Sidang Majelis Sinode ke 79 GMIM
Pnt Djouhari: Pemimpin GMIM Harus Bermoral dan Berwibawa
Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) akan memilih BPMS yang baru, Rabu (21/3/2017).
Penulis: | Editor: Aldi Ponge
Laporan Wartawan Tribun Manado Warstef Abisada
TRIBUNMANADO.CO.ID -- Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) akan memilih BPMS yang baru, Rabu (21/3/2017).
Harapan untuk hadirnya pemimpin gereja yang berwibawa dan bermoral pun mengemuka diantara peserta Sidang Majelis Sinode GMIM ke-79 di GKIC Manado.
Satu diantaranya dari Pnt Djouhari Kansil, peserta utusan Jemaat GMIM Pniel Tuna, Wilayah Manado Wawonasa Kombos.
"GMIM kedepan butuh pemimpin bermoral dan berwibawa, sehingga mampu membawa gereja ini menjadi lebih baik kedepan," kata Pnt Djouhari.
Pemimpin yang berwibawa diyakini Pnt Djouhari, mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang hingga kini masih membelit GMIM, misalnya terkait UKIT.
"Masalah UKIT hingga kini belum selesai, pada hal sudah 10 tahun dijanjikan akan dituntaskan. Sekarang bukan hanya satu, tapi justru jadi tiga UKIT. Makanya kedepan pemimpin GMIM dan BPMS lainnya harus memiliki kebersamaan, tak boleh saling curiga, saling menghargai, dan tak boleh saling menyalahkan," tegasnya.
Pemimpin GMIM menurutnya, harus banyak turun juga melihat kondisi jemaat, agar mengetahui beragam masalah yang terjadi, tak boleh hanya diam di kantor saja.
"Pemimpin GMIM harus fokus dalam pelayanan dan selalu melayani dwngan hati. Jangan hanya melihat diri sendiri, tapi yang lai. Juga. Sebab, GMIM hadir untuk menyelamatkan banyak orang," tuturnya
Syamas Toar Pandeiroth, peserta utusan Jemaat GMIM Baitel Kamasi menegaskan, pentingnya pemimpin yang bermoral, berwibawa dan punya ketokohan di gereja ini seperti figur mantan Ketua Sinode GMIM Pdt Prof Dr WA Roeroe dan Pdt Dr AE Parengkuan agar gereja ini disegani dan ada pembaharuan kedepan.
"GMIM butuh pemimpin yang bermoral, agar ada pembaruan dan bisa mengayomi iman jemaat menjadi lebih kokoh. Yang tidak bermoral baiknya urungkan niat untuk maju sebagai pemimpin gereja ini," tukasnya.