Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sidang Majelis Sinode ke 79 GMIM

Qodari Ungkap Hasil Survei Indo Barometer soal Pilpres di Sidang Sinode GMIM, Peserta Teriak: Ahok

Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih menjadi calon presiden (capres) terkuat pada pemilihan presiden (pilres) 2019.

Penulis: | Editor: Aldi Ponge
TRIBUNMANADO/WARSTAF ABISADA
Dr M Kodari dari Indobarometer memaparkan hasil survei di hadapan peserta Sidang Majelis Sinode ke-79 di GKIC Manado, Senin (19/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Manado Warstef Abisada

TRIBUNMANADO.CO.ID -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih menjadi calon presiden (capres) terkuat pada pemilihan presiden (pilres) 2019.

Hal itu terlihat dari data yang dipaparkan oleh Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari pada pelaksanaan Sidang Majelis Sinode ke-79 di GKIC Manado, Senin (19/3/2018).

"57 persen masyarakat di Indonesia masih ingin Jokowi menjadi Presiden. Angka belum aman, sebab idealnya kepuasan masyarakat harus berada pada posisi 60 hingga 80 persen," kata Kodari dihadapan 2 ribu peserta sidang majelis sinode.

Tingkat kepuasaan masyarakat menurutnya sangat menentukan. Artinya, jika kepuasan masyarakat tinggi terhadap Jokowi maka peluangnnya untuk dipilih lagi lebih besar.

"Masyarakat yang puas itu 40 persen karena meningkatnya pembangunan dan 16,9 persen karena infrastruktur banyak perubahan. Sementara ada yang tak puas dengan Jokowi karena lapangan kerja terbatas dan sembako belum stabil," tegasnya.

Pesaing terberat Jokowi pada pilpres adalah Prabowo Subianto. Survei yang dilakukan Indobarometer jika terjadi head to head, Jokowi memiliki elektabilitas 42,7 persen sedangkan Prabowo 19,1 persen.

Jika lawan Jokowi adalah Anies, maka persentasenya berbanding 50 persen untuk Jokowi dan Anies 13 persen. Dengan Jusuf Kalla, Jokowi sebesar 57,3 persen dan Jusuf Kalla hanya 3,6 persen saja sebagai capres.

"Pak Jusuf Kalla hasil surveinya hanya bagus jika jadi cawapres. Tapi, jika jadi capres sangat rendah," tuturnya.

Beberapa calon wakil presiden yang mengemuka berdasarkan hasil survei, yakni Anies Baswedan 6,2 persen, AHY 6 persen, Gatot 5,6 Prabowo 4,9 dan yang menarik ada nama Ahok dengan 4,9 persen juga.

"Pendukung Ahok tampaknya merata di Indonesia," ujar Kodari.

Saat dilakukan survei kecil-kecilan kepada peserta sidang, semuanya menginginkan Ahok menjadi wakil presiden Jokowi di pilpres 2019. "Ahok," teriak peserta sidang menjawab pertanyaan Kodari soal siapa pndamping Jokowi yang diinginkan.

Kodari mengungkapkan, wakil presiden yang diinginkan Jokowi adalah figur yang kuat untuk membantu melaksanakan tugas-tugas Negara seperti ketika Jokowi menjadi Wali kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta

"Kini kita tinggal tunggu tanggal main saja. Saya pikir wapres Jokowi akan datang dari non parpol dan diambil senior. Hitungannya 2024 wakil tersebut tak akan maju lagi, dan didukung oleh partai sekarang ini. Yang akan maju nanti di 2024 adalah generasi muda. Untuk saat ini pun terbentuknya poros ketiga terasa sangat sulit," tukasnya

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved