Klenteng dan Cap Go Meh: Tinjauan Hukum, Sejarah, dan Keagamaan

Ada beberapa hal yang perlu diluruskan terkait pemahaman tentang klenteng, tempat ibadah umat Tridharma.

Klenteng dan Cap Go Meh: Tinjauan Hukum, Sejarah, dan Keagamaan
Tribun Manado

Penulis :  BENNY SUTANTO

Ketua T.I.Td KWAN SENG BIO Megamas Manado

Wakil Ketua T.I.Td. THIAN TAN KIONG Manado

Menanggapi berita Klenteng dan Cap Go Meh Tinjauan Hukum, Sejarah dan Keagamaan yang dimuat di sebuah media yang beredar di Sulawesi Utara pada Jumat (02/03/2018) dan Sabtu (03/03/2018), maka saya mencoba meluruskan beberapa hal yang penting diketahui oleh pembaca:

1.    Bahwa Peraturan Pemerintah nomor 55 tahun 2017 adalah tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan definisi dapat dilihat dalam pasal 1 ayat 1 dan 2 yang berlaku untuk peserta didik bukan berlaku untuk ummat suatu agama apalagi untuk Tempat Ibadah tertentu;

Baca: Apa itu Cap Go Meh ?

Baca: Terkesan Perayaan Cap Go Meh di Manado, Turis Jerman Upload Video ke Youtube

2.    Bahwa tidak ada sama sekali redaksi yang menyatakan “Klenteng adalah rumah ibadat Khonghucu” oleh karena itu kenapa aturan tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan bisa dijadikan aturan tentang tempat ibadah;

3.    Bahwa Rumah Ibadah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat 10 PP 55/2007 tersebut adalah bangunan yang secara khusus dibangun untuk keperluan tempat beribadah warga satuan pendidikan yang bersangkutan dan/atau masyarakat umum.

Baca: (VIDEO) 81 Patung Dewa dan Dewi Diarak dalam Puncak Perayaan Karnaval Cap Go Meh 2018

Halaman
123
Editor: Sigit Sugiharto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved