Breaking News
Sabtu, 30 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kisah di Balik Kungfu Shaolin, 'Membangunkan' Biksu yang Mudah Ngantuk

Waktu istirahat sebelum pentas di kawasan God Bless Park, Selasa malam, dimanfaatkan para Biksu Shaolin yang rata-rata berusia muda.

Tayang:
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUN MANADO/ARTHUR ROMPIS
Shaolin melakukan suit gunting, batu dan kertas yang lazim di kalangan anak Indonesia. 

Akibat dari pertempuran, Kuil Shaolin hancur total dan terbakar selama 40 hari 40 malam.

Seluruh catatan kuno ribuan tahun termasuk sejumlah ilmu Kungfu legendaris dan senjata pusaka hilang atau habis terbakar.

Dari ribuan Biksu dan non Biksu Shaolin, hanya lima orang yang lolos dari serangan tersebut.

Lima orang inilah yang berjasa menyebarkan ilmu Shaolin ke seluruh penjuru Cina.

Bahkan ke seluruh dunia.

Ilmu yang dibawa lima biksu itu kemudian bermetamorfosis sesuai karakter wilayah seperti Karate, Kempo dan Judo di Jepang, Kick Boxing di Thailand dan lainnya.

Hubungan para biksu dengan kerajaan tak selalu buruk.

Beberapa kerajaan di Cina sangat menghargai para biksu Shaolin.

Sebanyak 500 biksu pernah dipinjam kerajaan untuk membasmi bajak laut.

Selain biara shaolin utara di provinsi Henan, biara shaolin lain di bangun di distrik Quanzhou di provinsi Fujian selama dinasti Ming (1368-1644).

Kungfu yang diajarkan di sini disebut sebagai kungfu shaolin selatan.

Ciri khas gerakannya adalah pendek pendek, kombinasi serangan tangan serta banyaknya teriakan.

Biara Quanzhou pernah menjadi pusat bagi kaum revolusioner selama dinasti qing.

Berada di daerah sejuk di pegunungan, biara tersebut sangat ideal bagi orang yang hendak mempelajari Buddhisme.

Murid muridnya tak hanya dari Cina tapi tersebar di seluruh dunia. (Tribun Manado/Arthur Rompis)

Sumber: Tribun Manado
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved