Film Sekala Niskala, Promosi Indonesia di Mata Dunia
Film Sekala Niskala menjadi film satu-satunya dari Indonesia yang berkompetisi di ajang Berlinale ini.
Mereka kerap bermain bersama, bahkan saat tengah malam. Hal itu untuk menghilangkan rasa rindu satu sama lain.
Di tengah malam Tantri terbangun dan selalu melihat adiknya.
Tantri mulai menjadi sensitif ketika ayahnya bercerita kepada ibunya, bahwa kondisi kesehatan Tantra semakin hari semakin memburuk.
Ia lalu dapat merasakan kehadiran dari anak-anak yang tidak dapat dilihat secara kasat mata.
Namun, orang Bali meyakini bahwa anak-anak selain bermain dan berteman dengan anak-anak yang terlihat, mereka juga memiliki teman-teman yang tidak terlihat.
Tantri kemudian pada salah satu adegan menari dan bermain bersama dengan makhluk tak terlihat.
Perjalanan magisnya itu membuat dia dapat menjalin hubungan emosional dengan Tantra yang tengah sakit. Hal itu mereka tunjukkan melalui gerak tubuh.
Di setiap akhir pemutaran film penonton berkesempatan untuk berdiskusi dengan kru film.
Di setiap sesi tanya jawab pertanyaan yang diajukan oleh penonton selalu menarik. Di depan penonton semua sang sutradara dengan detail menceritakan ide pembuatan film.
Lalu aspek koreografi yang sangat kuat di dalam film dijelaskan oleh koreografer, yaitu Ida Ayu Wayan Arya Satyani.
Adapun Thaly dan Sena (Tantri dan Tantra) biasanya ditanya oleh penonton mengenai kesan mereka bermain di film tersebut.
Ida Ayu sebagai orang Bali asli mengungkapkan bahwa konsep Sekala Niskala merupakan konsep yang sulit untuk dijelaskan khususnya kepada anak-anak.
Namun, menurut dia Kamila Andini sudah menyampaikannya pada film ini dengan menarik dan dapat dipahami oleh anak-anak.
“Sebagai manusia kita hidup secara holistik. Kita hidup dengan segala sesuatu yang bisa kita lihat dan apa yang tidak dapat kita lihat. Hidup itu selaras.
"Ini menunjukkan kehidupan orang Indonesia pada umumnya dan Bali pada khususnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/berlinale_20180226_104002.jpg)