Kamis, 23 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tinggalkan Catatan Marah di Ambulans, Pria Ini Mengakui Perbuatannya Mengerikan

Ambulans terpaksa berada di taman di luar pusat rehabilitasi narkoba karena tidak ada pilihan lain .

Penulis: | Editor:
METRO.CO.UK/CATERS

John Hagans, konsultan perawat Livingstone House, sebuah pusat amal dan rehabilitasi pecandu narkoba dan alkohol, menceritakan bagaimana organisasi tersebut 'merasa jijik' dengan catatan tersebut.

"Kami benar-benar muak dengan catatan itu. Orang ini pantas dipermalukan. Jika orang yang menulisnya tahu apa yang sedang terjadi di dalam, mereka tidak akan berani. Pasien itu ambruk di rumah dan muntah darah dan perawat kami dan awak ambulans berjuang sangat keras untuk menyelamatkannya," terang John.

John mengatakan, pasien tersebut berada di Livingstone selama tiga bulan dan bersih saat dia meninggal. Dia mengalami episode medis yang tidak terkait dan meninggal dunia di Heartlands Hospital pada Jumat malam.

Pada waktu itu, West Ambulance Service, serta beberapa paramedis, turun ke media sosial untuk mengungkapkan rasa cemas mereka pada catatan tersebut.

"Kadang kita tidak tahu harus berkata apa. Ini adalah catatan yang ditinggalkan di ambulans hari ini. Pada saat itu, kru tersebut membantu seorang pria yang sangat tidak sehat setelah muntah darah," tulis layanan ambulans di twitter. (metro.co.uk)

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved