Tinggalkan Catatan Marah di Ambulans, Pria Ini Mengakui Perbuatannya Mengerikan
Ambulans terpaksa berada di taman di luar pusat rehabilitasi narkoba karena tidak ada pilihan lain .
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pria yang meninggalkan kertas catatan marah pada ambulans yang merawat pasien yang kemudian meninggal telah mengakui bahwa tindakannya 'mengerikan'.
Dikutip dari laman Metro.co.uk, Hassan Shabbir (27) mengatakan, tindakannya 'mengerikan' dan dia 'merasa jijik terhadap dirinya sendiri' setelah dia emosi dan mengirim pesan ke kaca depan ambulans.
"Kamu mungkin menyelamatkan nyawa, tapi jangan memarkir mobil kamu di tempat yang bodoh dan menghalangi perjalanan saya," begitu bunyi pesan yang ditulis Hassan.
Ambulans terpaksa berada di taman di luar pusat rehabilitasi narkoba karena tidak ada pilihan lain sementara paramedis berjuang untuk satu setengah jam untuk menyelamatkan pria itu.
Namun warga berusia 42 tahun itu meninggal dunia setelah dilarikan ke rumah sakit karena pendarahan internal.
Hassan, dari Small Heath, Birmingham mengatakan, apa yang dilakukannya memang sangat mengerikan, tapi dirinya bukan monster.
Menurutnya tidak ada pembenaran untuk apa yang dilakukannya.
"Saya sangat malu dengan tindakan saya, bahkan sebelum saya menemukan pria malang itu telah meninggal dunia. Sekarang saya tahu itu membuatnya semakin buruk, dan turut berdukacita untuk keluarganya. Saya merasa sangat menyesal dan saya benar-benar menyesali apa yang saya lakukan," tuturnya.
Hassan, yang tinggal di Livingstone House dimana ambulans di parkir, mengaku ia menunggu dengna sabar di belakang ambulans selama 20 menit sebelum kehilangan kesabaran dan menulis catatan itu.
Masalah sebelumnya dengan parkir di jalan menyebabkannya marah karena dirinya juga baru pulang kerja dan harus pergi ke sebuah janji di sebuah mobil yang berbeda.
"Ada orang lain yang menunggu untuk keluar dari mobil tapi kami berdua diblokir oleh ambulans selama 20 menit. Saya baru saja tersentak dan langsung emosi sehingga melakukan hal tersebut," katanya.
Hassan yang lahir dengan kondisi bawaan yang mempengaruhi tangan kanannya memaksanya melakukan operarsi rekonstruktif, mengatakan dia menyadari nilai NHS dan peran yang dimainkannya.
Dia bahkan mengesankan pentingnya pelayanan kepada anak-anak di sekolah.
"Saya dilahirkan dengan kondisi bawaan dan NHS telah banyak membantu saya dalam hidup. Saya sangat menghormati orang-orang itu," katanya.
Hassan mengatakan, dirinya telah berdoa dan meminta pengampunan dan berharap keluarga menerima permintaan maafnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pria-tinggalkan-catatan-marah_20171114_113026.jpg)