Minggu, 3 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tinggalkan Catatan Marah di Ambulans, Pria Ini Mengakui Perbuatannya Mengerikan

Ambulans terpaksa berada di taman di luar pusat rehabilitasi narkoba karena tidak ada pilihan lain .

Tayang:
Penulis: | Editor:
METRO.CO.UK/CATERS

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pria yang meninggalkan kertas catatan marah pada ambulans yang merawat pasien yang kemudian meninggal telah mengakui bahwa tindakannya 'mengerikan'.

Dikutip dari laman Metro.co.uk, Hassan Shabbir (27) mengatakan, tindakannya 'mengerikan' dan dia 'merasa jijik terhadap dirinya sendiri' setelah dia emosi dan mengirim pesan ke kaca depan ambulans.

"Kamu mungkin menyelamatkan nyawa, tapi jangan memarkir mobil kamu di tempat yang bodoh dan menghalangi perjalanan saya," begitu bunyi pesan yang ditulis Hassan.

METRO/CATERS
METRO/CATERS ()

Ambulans terpaksa berada di taman di luar pusat rehabilitasi narkoba karena tidak ada pilihan lain sementara paramedis berjuang untuk satu setengah jam untuk menyelamatkan pria itu.

Namun warga berusia 42 tahun itu meninggal dunia setelah dilarikan ke rumah sakit karena pendarahan internal.

Hassan, dari Small Heath, Birmingham mengatakan, apa yang dilakukannya memang sangat mengerikan, tapi dirinya bukan monster.

Menurutnya tidak ada pembenaran untuk apa yang dilakukannya.

"Saya sangat malu dengan tindakan saya, bahkan sebelum saya menemukan pria malang itu telah meninggal dunia. Sekarang saya tahu itu membuatnya semakin buruk, dan turut berdukacita untuk keluarganya. Saya merasa sangat menyesal dan saya benar-benar menyesali apa yang saya lakukan," tuturnya.

Hassan, yang tinggal di Livingstone House dimana ambulans di parkir, mengaku ia menunggu dengna sabar di belakang ambulans selama 20 menit sebelum kehilangan kesabaran dan menulis catatan itu.

Masalah sebelumnya dengan parkir di jalan menyebabkannya marah karena dirinya juga baru pulang kerja dan harus pergi ke sebuah janji di sebuah mobil yang berbeda.

"Ada orang lain yang menunggu untuk keluar dari mobil tapi kami berdua diblokir oleh ambulans selama 20 menit. Saya baru saja tersentak dan langsung emosi sehingga melakukan hal tersebut," katanya.

Hassan yang lahir dengan kondisi bawaan yang mempengaruhi tangan kanannya memaksanya melakukan operarsi rekonstruktif, mengatakan dia menyadari nilai NHS dan peran yang dimainkannya.

Dia bahkan mengesankan pentingnya pelayanan kepada anak-anak di sekolah.

"Saya dilahirkan dengan kondisi bawaan dan NHS telah banyak membantu saya dalam hidup. Saya sangat menghormati orang-orang itu," katanya.

METRO/CATERS
METRO/CATERS ()

Hassan mengatakan, dirinya telah berdoa dan meminta pengampunan dan berharap keluarga menerima permintaan maafnya.

John Hagans, konsultan perawat Livingstone House, sebuah pusat amal dan rehabilitasi pecandu narkoba dan alkohol, menceritakan bagaimana organisasi tersebut 'merasa jijik' dengan catatan tersebut.

"Kami benar-benar muak dengan catatan itu. Orang ini pantas dipermalukan. Jika orang yang menulisnya tahu apa yang sedang terjadi di dalam, mereka tidak akan berani. Pasien itu ambruk di rumah dan muntah darah dan perawat kami dan awak ambulans berjuang sangat keras untuk menyelamatkannya," terang John.

John mengatakan, pasien tersebut berada di Livingstone selama tiga bulan dan bersih saat dia meninggal. Dia mengalami episode medis yang tidak terkait dan meninggal dunia di Heartlands Hospital pada Jumat malam.

Pada waktu itu, West Ambulance Service, serta beberapa paramedis, turun ke media sosial untuk mengungkapkan rasa cemas mereka pada catatan tersebut.

"Kadang kita tidak tahu harus berkata apa. Ini adalah catatan yang ditinggalkan di ambulans hari ini. Pada saat itu, kru tersebut membantu seorang pria yang sangat tidak sehat setelah muntah darah," tulis layanan ambulans di twitter. (metro.co.uk)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved