Selasa, 7 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Empat Pasar di Boltim senilai Rp 11,1 Miliar tak Juga Berfungsi

Proyek pembangunan pasar-pasar di kabupaten/kota di Sulawesi Utara (Sulut) sudah dilaksanakan sejak beberapa tahun lalu.

Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
YOUTUBE
Kondisi Pasar Boltim 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO, TUTUYAN - Proyek pembangunan pasar-pasar di kabupaten/kota di Sulawesi Utara (Sulut) sudah dilaksanakan sejak beberapa tahun lalu. Pasar-pasar yang masing-masing bernilai miliaran rupiah itu sudah rampung dan seharusnya menjadi tempat jual beli bagi masayarakat sekitar.

Faktanya, dari temuan Tribun Manado, sejumlah pasar sudah berdiri kokoh di beberapa kabupaten/kota, namun dibiarkan kosong, dan saat ini sebagian bangunan rusak dan ditumbuhi semak belukar.

Di Bolaang Mongondow Timur (Boltim) misalnya. Ada empat bangunan pasar yang sudah rampung pengerjaan sejak lama namun belum juga beroperasi.

Masing-masing di desa Buyat I Kecamatan Kotabunan, Pondabo di Desa Tutuyan, Motongkad dan Desa Iyok Kecamatan Nuangan.

Dari pantauan Tribun Manado, Jumat (11/8), di Pasar Pondabo yang terletak di Desa Tutuyan, terlihat sudah tak terawat. Padahal anggaran untuk proyek yang dimulai 2011 silam itu habiskan Rp 3,9 miliar.

Kemudian untuk Pasar Buyat berbandrol Rp 2,2 miliar, pasar di Motongkad Rp 2,5 miliar, dan pasar di Desa Iyok habiskan Rp 2,5 miliar dibangun tahun 2015.

Proyek-proyek puluhan miliaran rupiah itu saat ini hanya terbengkalai, dipenuhi ilalang, sampah, dan jadi tempat bernaung hewan ternak.

Kondisi Pasar Pondabo saat sudah dipenuhi sampah, alang alangnya menutupi halaman sedangkan lantai kotor dan dipenuhi kotoran hewan.

Tembok bangunan pasar Pondabo sebagaian besar terklupas, Jalan penghubung dalam pasar, dari bangunan satu ke bangunan lainnya masih belum rampung, paving block belum, terpasang.

Kondisi Pondabo serupa dengan pasar di Buyat. Akses jalan menuju pasar rusak, jika hujan dipenuhi genangan air dan becek. Gapura pasar bertuliskan 'Selamat Datang' sudah dipenuhi ilalang dan menjadi tempat tidur hewan.

Kondisi Pasar Motongkad dan pasar di Desa Iyok lebih buruk lagi. Pasar yang terletak di pinggir pantai itu beberapa bangunan kusam dan rusak, serta dipenuhi sampah.

Sangadi Buyat I Rohani Abas saat dihubungi Tribun Manado menegaskan kondisi pasar yang mubazir. Menurutnya, hingga saat ini Pasar Buyat belum beroperasi. Karena masih banyak kekurangan.

"Sekarang pasar tersebut dipenuhi kotoran hewan serta rumput. Sayang sekali dana sebesar Rp 2,2 miliar mubazir," ujar Rohani Abas.

Saat disinggung bahwa Pemerintah Kabupaten Boltim nanti akan melakukan kerja sama pengelolaan pasar dengan aparat desa ia mengaku siap.

"Kami siap untuk pengelolaannya melalui koperasi yang ada," ujar dia.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Bupati Boltim Sehan Landjar melalui Sekretaris Daerah Muhammad Assegaf, tidak membantah keadaaan ke empat pasar tersebut.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved