Revolusi Industri 4.0
Nah, saat ini dunia industri bergerak menuju revolusi keempat. Batas-batas fisik dengan penggunaan teknologi digital kian tak jelas.
SATU di antara teknologi yang belum jadi kenyataan dari film petualangan luar angkasa Star Trek adalah transporter.
Teknologi ini memungkinkan setiap orang berteleportasi, pengalihan materi dari satu titik ke titik lain. Sederhananya, perpindahan orang atau benda tanpa menggunakan 'kendaraan'.
Cara kerja transporter dalam film Star Trek, tokoh-tokoh yang berada di pesawat USS Enterprise berdiri di tempat yang telah ditentukan, mereka kemudian diubah menjadi energi untuk bisa dipindahkan. Sesampainya di tempat tujuan, tokoh-tokoh itu kembali ke wujud semula.
Ya, sampai sekarang teknologi itu belum ada, namun beberapa alat canggih dalam film yang serial originalnya tayang 1966-1969 itu kini menjadi kenyaataan. Model telepon selular, tablet, headset bluetooth, video call, hingga asisten virtual, kini telah ada.
Teknologi terus berkembang tanpa ada yang tahu di mana batasnya. Teknologi pula mengubah kehidupan. Munculnya revolusi industri di Inggris satu di antara pemicunya adalah teknologi.
Apa jadinya jika James Watt tak menemukan mesin uap? Mesin ini yang menggerakkan pabrik- pabrik untuk berproduksi.
Revolusi industri di abad ke-19 itu baru titik awal. Tenaga listrik menjadi penggerak untuk produksi massal pada revolusi industri kedua.
Revolusi industri selanjutnya adalah lebih otomatik menggunakan teknologi elektronik dan informasi.
Nah, saat ini dunia industri bergerak menuju revolusi keempat. Ini adalah era digital. Batas-batas fisik dengan penggunaan teknologi digital kian tak jelas.
Pemanfaatan kecerdasan buatan dan robot untuk industri kian ramai diperbincangkan. Internet seakan menjadi nadi agar perusahaan bisa berjalan.
Paling gampang dirasakan saat ini adalah industri pelayanan jasa. Penyedia teleportasi memang belum ada, tapi sekarang bisa memesan angkutan secara online.
Pelayanannya pun sekarang bertambah. Tak hanya sektor angkutan, tapi juga jenis lainnya, termasuk makanan. Sambil leha-leha, dengan usapan jari, keinginan bisa tercapai.
Tapi apa, iya, seenak itu?
Perkembangan teknologi menimbulkan kecemasan bagi sebagian orang. Istilah industrialisasi industri atau mengindustrikan insdutri bisa bikin bulu kuduk berdiri.
Bayangkan bila manusia tersisih dari industri karena digantikan robot dan kecerdasan buatan. Dan beberapa perusahaan besar sudah melakukannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/greenbookblog_20170608_154441.jpg)