Berita Eksklusif
(CONTENT) Lima Hari Pak Haji Kumpulkan 1 Kg Emas, Ratusan Orang Cari Peruntungan di Tatelu
Bangunan kayu berukuran sekitar 2 x 2 meter persegi itu terlihat sederhana, berdiri tepat di depan pintu masuk area pertambangan di Desa Tatelu.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alexander Pattyranie
Menurut Agus, seorang penambang lainnya yang juga kepala grup penambang, setiap orang masuk satu persatu bergantian. Mereka wajib membawa palu, linggis, kaos tangan, pahat besi, karung, serta senter kepala.
Menurut Agus, setiap hari ia dan rekannya harus menggali dan memecah batuan di dalam tanah.
"Memang berat kerja cari emas, saya dan teman lainnya akan bekerja keras jika tanah bercampur batu. Tiap hari kami kumpulkan 15 karung, sedangkan tanah lembek 30 karung. Kami kerja mulai pukul 11.00‑02.00 Wita," ujar Agus
"Risiko tertimbun tanah di dalam lubang jadi ancaman bagi kami para penambang," ujarnya.
Setelah batu-batuan dan tanah galian peroleh dari dalam lubang bawah tanah, dimasukkan dalam karung lalu ditarik ke atas. Batuan tersebut tak semuanya mengandung emas.
Material batuan dari dalam tambang akan dihargai Rp 28 ribu hingga Rp 58 ribu per koli (karung).
Selanjutnya, batuan itu dihancurkan menggunakan mesin giling hingga halus. Setelah itu, dialirkan ke dalam tong besar lalu didiamkan selama 48 jam.
Selanjutnya material yang sudah berubah wujud menjadi tepung berwarna kuning dikumpulkan. Kemudian diproses kembali selama selama 13 jam.
Kemudian, material halus yang sudah bercampur air raksa dibakar. Dalam setiap bulan pemakaian air raksa, atau kerap disebut air perak, mencapai 3 kilogram.
Setelah proses pembakaran, emas mulai terlihat kemudian baru dijual kepada pembeli atau pengumpul yang menjadi pembeli tetap para penambang.
Berapa besar uang yang diperoleh rata-rata penambang setiap bukan? Suryana, seorang penambang asal Jawa Barat mengaku, setiap bulan ia memperoleh pendapatan tak terlalu banyak, sekitar Rp 2.500.000.
Beruntung, biaya makan, pengobatan, dan tempat tinggal di biayai oleh bos pemilik lubang tambang tersebut. Satu lubang pemiliknya bisa sampai tiga orang.
Simak selengkapnya dalam tayangan video di atas.