Berita Eksklusif

(CONTENT) Lima Hari Pak Haji Kumpulkan 1 Kg Emas, Ratusan Orang Cari Peruntungan di Tatelu

Bangunan kayu berukuran sekitar 2 x 2 meter persegi itu terlihat sederhana, berdiri tepat di depan pintu masuk area pertambangan di Desa Tatelu.

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bangunan kayu berukuran sekitar 2 x 2 meter persegi itu terlihat sederhana, berdiri tepat di depan pintu masuk area pertambangan di Desa Tatelu, Kecamatan Dimembe, Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Bangunan sempit itu memang terlihat sederhana, hanya terdapat meja kecil, dua kursi plastik, timbangan, dan tungku pembakaran. Namun, ternyata tempat itu sangat penting di areal pertambangan emas tersebut.

Bangunan itu tempat peleburan dan transaksi jual beli emas bernilai hingga ratusan juta rupiah.

Baru beberapa menit Tribun Manado  berbincang dengan Haji Rosadi (57), tempat itu, datang seorang pria membawa bongkahan emas.

Haji Rosadi langsung berdiri dari tempat duduk dan mengambil  bongkahan emas itu. Ia timbang, beratnya 3,1 gram. Kemudian ia mengambil batu khusus dan air keras untuk tes kadar emas.

"Kadarnya 60 persen, bagaimana? Harganya 310 (ribu rupiah) per gram  " ujar Haji Rosadi kepada si pria, Selasa (25/4/2017). Pria itu adalah satu dari ratusan penambang yang sering bertransaksi dengan Haji Rosadi.

Si penjual kemudian meminta tambah sedikit harga jual.  Keduanya kemudian saling tawar-menawar, dan akhirnya si pria setuju dengan tawaran awal.  Haji Rosadi mengambil uang pecahan  Rp 50.000 dari dalam tas, lalu menyerahkan kepada si pria.

"Saya menawarkan 1 gram Rp 310.000 untuk kadar 60 persen. Itupun saya hanya taksir saja, sebab emas yang dijual rata‑rata masih mentah," ujar Rosadi melanjutkan pembicaraan dengan Tribun.

Pria itu melanjutkan, rata-rata tiap hari bisa membeli emas dari penambang sekitar 200 gram. "Beberapa minggu lalu ada yang menjual hingga 310 gram uang, transaksi  hampir mencapi Rp 100 juta," ujarnya.

Emas yang dibeli dari para penambang harus dibakar kembali dalam suhu sekitar 200 derajat Celcius. Ini untuk memisahkan emas dengan benda lain  digunakan air keras. 

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved