Kamis, 16 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bencana di Sulawesi Utara

Ngerinya Banjir Bandang Tomohon, Mobil dan Sapi Hanyut, Warga Dievakuasi di Atap Rumah

Banjir bandang yang menerjang Kota Tomohon Minggu (19/2) masih terngiang di benak warga.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO/RYO NOOR
Warga berusaha mengevakuasi sebuah mobil yang terseret banjir bandang yang menerjang Tomohon, Minggu (19/2/2017). Hujan yang kembali mengguyur kota ini Senin sore membuat warga was-was akan datangnya banjir bandang susulan. 

Seperti Het Kaligis, warga yang memiliki usaha jasa jahit di kompleks pasar souvernir Kelurahan Tataaran-Patar, sejak pukul 05.00 Wita, ia dan istrinya bersama beberapa saudaranya sudah mulai membersihkan lumpur yang cukup tebal di dalam rukonya.

Lumpur tersebut terbawa air saat banjir bandang kemarin. "Cukup tebal lumpurnya, soalnya kemarin air juga cukup tinggi," jelas dia.

Tinggal menggunakan siraman air dan didorong menggunakan sapu untuk mengeluarkan lumpur. Tak terhitung jumlah baju jahitan yang basah dan rusak karena lumpur.

"Ada beberapa jahitan yang terbawa air, terkena lumpur, nanti kalau ada yang mau ambil pakaian dan tidak ditemukan atau kena lumpur ya tinggal kita bicarakan untuk ganti, sebab bencana kan kita tidak minta-minta terjadi juga," jelas dia.

Selama di situ, sudah beberapa kali banjir besar terjadi. "Ini masalah drainase yang tersumbat sehingga air meluap dijalan dan imbasnya ke tempat kami yang agak rendah," jelas dia.

Ia berharap agar pemerintah bisa segera memperbaiki saluran air."Kalau seperti ini terus kami berencana untuk pindah saja," ujarnya.

Di ruas jalan Unima, warga bersama Satpol PP Minahasa melakukan bersih-bersih saluran air.

Sementara di Lorong SMA, warga yang rumahnya kemasukan air juga nampak membersihkan lumpur yang cukup tebal, bahkan di rumah seorang warga, mereka dibantu TNI dan warga harus mengeluarkan dua mobil yang masuk ke dalam rumah karena terseret air.

Eman Panjatkan Doa

Wali Kota Tomohon, Jimmy Feidie Eman, Senin (20/2) kemarin tepat berusia 50 tahun.

Eman memilih merayakannya dengan sederhana mengingat kota yang dia pimpin baru saja dilanda bencana banjir.

Pada perayaan ulang tahun yang sekaligus peringatan satu tahun kepemimpinan Jimmy Eman-Syerly Sompotan, Wali Kota meminta seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat, untuk mendoakan Kota Tomohon agar terhindar dari malapetaka.

"Saya mengajak seluruh jajaran pemerintahan dan masyarakat untuk berdoa meminta perlindungan Tuhan, sehingga Kota Tomohon terhindar dari bencana alam," ungkap Wali Kota di Pasar Beriman, tempat berkumpulnya masyarakat.

Wali Kota menjelaskan, secara teknis pemerintah telah mengerahkan seluruh kemampuan serta fasilitas yang dimiliki untuk melakukan penanganan pasca bencana.

Bahkan, Pemkot terus membangun komunikasi dengan Forkopimda dalam mengantisipasi banjir susulan.

Halaman 3/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved