Bencana di Sulawesi Utara
Ngerinya Banjir Bandang Tomohon, Mobil dan Sapi Hanyut, Warga Dievakuasi di Atap Rumah
Banjir bandang yang menerjang Kota Tomohon Minggu (19/2) masih terngiang di benak warga.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Fransiska_Noel
"Air sudah di dada ketika itu, terpaksa berlindung di atas rumah," sebut dia.
Setelah air surut, menyisakan persoalan lain. Harta benda habis terendam.
"Ini tinggal baju di badan dari kemarin (Minggu) belum ganti-ganti," kata dia.
Montolalu mengungkapkan, kebanyakan barang-barang rumahnya sudah tak bisa digunakan lagi, kemungkinan akan dibuang.
Bantuan sudah mengalir, terutama makanan, air minum, selimut, dan air bersih.
"Kami juga butuh mobil sampah, banyak sampah serta lumpur yang harus dibuang," ungkapnya.
Selain itu, warga juga masih membutuhkan banyak air bersih, sebagian besar sumur sudah tercampur lumpur.
Senin (20/1) kemarin, sehari pascabanjir, warga Perum Atas pun membersihkan rumah dari lumpur sisa banjir.
Di kompleks itu, selain 7 unit rumah tinggal, gedung Gereja GMIM Bukit Zaitun pun ikut terendam.
Tinggi air mencapai 1,5 meter membuat seisi rumah terendam. Sehingga sebagian besar barang tak bisa diselamatkan.
Kemarin pagi hingga siang hari cuaca cerah. Dimanfaatkan warga untuk berbenah, meski sesekali matahari tertutup awan mendung.
Sekitar pukul 14.00 Wita, hujan deras turun mengguyur Tomohon. Meski tak sekeras sehari sebelumnya namun warga tetap waswas, khawatir banjir bandang menerjang lagi.
"Jangan sampai banjir lagi, bersih-bersih saja belum selesai," kata Merry Rapar, warga Perum Atas.
Namun sekitar pukul 16.00 WITA, hujan berhenti, langit kembali cerah.
Banjir kali ini memang dasyat, kata Rapar, beberapa tahun lalu hanya orang yang hanyut, kali ini mobil ikut hanyut.
Di Kabupaten Minahasa yang juga diterjang banjir. Kemarin warga mulai bangkit dengan melakukan bersih-bersih rumah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/mobil-diterjang-banjir_20170220_150157.jpg)