18 Warga Kotamobagu Meninggal Karena Penyakit Menular
18 Warga Kotamobagu Meninggal Karena Penyakit Menular
Penulis: Handhika Dawangi | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Handhika Dawangi
TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Penyakit menular sangat mematikan, buktinya ada 18 warga di Kota Kotamobagu yang meninggal dunia karena penyakit tersebut. Ada berbagai macam penyakit yang masuk kategori penyakit menular seperti HIV, Malaria, TBC, Diare, Hepatitis, Rabies, DBD, Kusta dan Pneumoni atau batuk pada anak balita.
Namun yang mengakibatkan 18 warga meninggal pada tiga tahun terakhir yakni hanya Kusta yakni dua orang meninggal dunia antara lain pada 2014 satu orang meninggal dan 2015 juga satu orang meninggal.
TBC ada lima orang meninggal diantaranya pada tahun 2015 dua orang meninggal, dan 2014 tiga orang meninggal.
Untuk HIV ada delapan orang di Kotamobagu meninggal karenanya, pada tahun 2016 satu orang, 2015 dua orang terdiri atas satu meninggal sementara diobati dan satu belum diobati, pada 2014 tiga orang meninggal sebelum diobati, sedangkan 2013 dua orang meninggal juga sebelum diobati.
Demam Berdarah Denue (DBD) pada tahun 2012 ada satu orang meninggal, dan 2013 juga satu orang meninggal dunia. Yang terakhir penyakit menular penyebab kematian di Kotamobagu yakni Pneumoni satu orang meninggal pada 2012.
"Untuk Malaria, Diare, Hepatitis, dan Rabies sampai saat ini pasiennya tidak ada yang meninggal dunia," ujar Kasie Pemberantasan Penyakit Menular dan Tidak Menular Dinas Kesehatan Kotamobagu Vonny Kawuwung, saat ditemui di ruangannya Rabu (11/5) pagi.
Lanjut Vonny berdasarkan data penyakit menular di Kotamobagu tiga tahun terakhir hingga tahun 2016 rata-rata menurun setiap tahunnya, namun ada beberapa juga yang naik seperti
HIV Tahun 2013 24 kasus, 2014 27 kasus, 2015 48 kasus, 2016 63 kasus.
Malaria 2013 tidak ada kasus, 2014 dua kasus, 2015 dua kasus, 2016 empat kasus. "Catatan kasus malaria di Kotamobagu itu impor semua, dari Papua kebanyakan," ujar Vonny.
TBC 2013 379 kasus, 2014 ada 316 kasus, 2015 ada 277 kasus, dan 2016 ada 69 kasus.
TBC dimana pasiennya sudah kebal dua macam obat pada 2015 dua kasus, satu diantaranya tidak mau melanjutkan dirawat karena tidak tahan dengan efek samping obat) pada 2016 tidak ada.
Diare untuk semua umur pada 2013 tidak ada kasus, 2014 ada 1257 kasus, 2015 ada 1527 kasus dan 2016 ada 385 kasus.
Diare pada balita pada 2013 tidak ada kasus, 2014 ada 496 kasus, 2015 ada 744 kasus, dan pada 2016 206 kasus
Hepatitis pada 2013 tidak ada kasus, 2014 dua kasus, 2015 tiga kasus dan 2016 belum ada.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/fogging-di-mitra1_20160413_150600.jpg)