Astaga! Wabup-Sekda Boltim Nyaris Dilempari Kursi Oleh Oknum Kepala Desa
"Rupanya dia tersudut, ketika ingin diperbaiki. Ini baru pemeriksaan interen. Seakan mau cari keselahannya, dia marah, lalu banting kursi."
Penulis: Aldi Ponge | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Oknum Sangadi berinisial RT akan dicopot karena berlaku tak sopan dihadapan Wakil Bupati (Wabup) dan Sekretaris Daerah (Sekda) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) pada Senin (28/3)
Informasi yang dihimpun Tribun Manado, Sangadi salah satu desa di Bongkudai Baru bersatu berinisial RT ini marah dalam rapat tindaklanjut hasil pemeriksaan khusus Inspektorat daerah atas pengelolaan dana desa.
Rapat yang dipimpin Wabup Rusdi Gumalangit yang digelar diruang kerja Sekda ini dihadiri Sekda Muhammad Assagaf, Kepala Inspektorat Meike Mamahit, Asisten III Djainuddin Mokoginta, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Arsyad Mamonto. Mereka sedang meminta penjelasan terhadap 11 sangadi terkait pengelolaan keuangan desa.
Namun saat tiba giliran Sangadi RT dimintai penjelasan terkait temuan-temuan. Dirinya pun marah karena merasa sedang dicari-cari kesalahannya. Katanya, hal ini sebagai upaya menjatuhkan dia, pasca pilkada 2015 silam.
Dia pun sempat berdebat dengan Wabup dan Sekda. Sangadi RT sempat mengangkat kursi yang didudukinya seakan hendak dilemparkannya namun diletakkannya kembali.
Sekda Boltim Muhammad Assagaf membenarkan terjadi peristiwa itu. Dia membantah pemeriksaan tersebut berhubungan dengan politik.
"Ada 11 Sangadi Dipanggil karena dokumen administasi pengelolaan SPj aneh," bebernya.
Katanya, Sangadi RT pun diminta penjelasan terkait sewa eskapator untuk membangun lapangan desa. Namun tak didukung bukti yang jelas. "Lapangannya ada, tak masalah. Hanya saja bukti pembayaran sewa Rp 25 juta, bukan dengan pemilik alat berat tapi dikeluarkan oleh toko ATK," jelasnya.
Selain itu, masalah lain yang ditemukan inspektorat yaitu pembangunan jalan yang tak realistis dan pembangunan gedung serba guna tanpa Rencana Anggaran Biaya (RAB).
"Kami hanya mau luruskan agar tak menjadi temuan BPK. Mereka tak peduli berapa angkanya, bukti penggunaannya harus jelas. Kami tak bicara politik. Hanya tindak lanjut hasil pemeriksaan khusus Inspektorat. Tapi tiba-tiba dia berdiri dan banting kursi. Mungkin dia sudah terdesak," ungkapnya.
Katanya beberapa Sangadi diundang pun dengan hati tenang mengakui kesalahan dan kekeliruan mereka saat diminta penjelasan. Apalagi dalam waktu dekat, BPK akan melakukan audit terperinci.
"Ada Sangadi yang dananya dipakai untuk bangun WC, tapi fisiknya tidak ada. Kami minta kembalikan uangnya dia mau. Soal ganti terserah Bupati dan Wabup karena pak wabup juga hadir tadi," bebernya.
Wakil Bupati Boltim, Rusdi Gumalangit menyesalkan ulah kepala desa yang arogan dan tak terpuji tersebut. Padahal pemda hanya minta klarifikasi atas hasil pemeriksaan khusus Inspektorat.
"Rupanya dia tersudut, ketika ingin diperbaiki. Ini baru pemeriksaan interen. Seakan mau cari keselahannya, dia marah, lalu banting kursi," ungkapnya.
Dia menegaskan tak ada hubungan dengan politik dalam rapat tersebut. Dia sudah memerintahkan pecatan terhadap Sangadi RT.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-lempar-kursi_20160328_211603.jpg)