Breaking News
Selasa, 28 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Rela Beli Teropong Rp 8 Juta Demi Mengintip Cantiknya Gerhana Matahari

"Saya beli ini untuk lihat GMT, ini kan jarang terjadi mungkin ini pertama dan terakhir bisa lihat fenomena ini."

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO/VALDY SUAK
Agar bisa melihat ferhana dengan tampilan yang lebih baik Judi Warga Manado rela membeli teropong seharga Rp 8 juta, Rabu, (09/03). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Rabu (9/3) kemarin merupakan hari istimewa bagi Indonesia. Gerhana matahari total (GMT) hanya melintas di Indonesia, selain itu banyak daerah juga dilintasi gerhana matahari sebagain (GMS) satu di antaranya Sulawesi Utara.

Warga berbondong-bondong menyaksikan GMS di berbagai tempat, seperti di Pantai Firdaus Minahasa Utara, Jembatan Soekarno, dan lainnya.

Selain itu umat Islam menyambut peritiwa GMS dengan mengadakan salat gerhana, seperti di Masjid Raya Ahmad Yani. Bahkan ada yang membeli teropong seharga Rp 8 juta hanya untuk melihat gerhana.

Ratusan warga memadati jembatan Soekarno untuk melihat fenomena yang jarang terjadi itu, Rabu (9/3).

Bak di pinggiran pantai, pagi itu ratusan warga santai dengan memakai kacamata hitam, beberapa terlihat menyiapkan kamera dengan lensa panjang dan juga yang membawa teropong.

Judi salah satu warga, bahkan rela merogoh kocek Rp 8 juta untuk beli teropong demi melihat GMT.

"Saya beli ini untuk lihat GMT, ini kan jarang terjadi mungkin ini pertama dan terakhir bisa lihat fenomena ini," katanya.

Ia pun mengaku ini bagian dari hobi bukan pekerjaan. "Saya hanya hobi lihat bulan, bukan seorang ilmuan atau peneliti," katanya.

Dia juga mengaku puas bisa melihat GMT meski tak tertutup sempurna.

"Saya tadi mau ke Pantai Firdaus tapi kan dari sini cuma beda satu persen saja jadi sama, tapi saya puas bisa lihat," ujarnya.

Sementara itu tukang cuci foto keliling dapat rezeki GMT, ratusan warga di Jembatan Soekarno bergantian minta difoto saat suasana mulai gelap.

"Hari biasa sudah kurang, tapi tadi permintaan foto banyak sekitar satu jam sudah dapat 11 orang minta foto," ujar Anang tukang cuci foto keliling.

Ia mengaku bahkan sempat menolak beberapa permintaan foto.

"Tadi ada banyak teman, jadi beberapa orang saya suruh teman saya yang foto beberapa sempat saya tolak karena momennya sudah mau lewat," lanjutnya.

Dari pantauan Tribun Manado ratusan kendaraan dari roda dua sampai empat berjejer rapi di atas Jembatan Soekarno, petugas kepolisian pun tampak sibuk mengatur arus lalu lintas yang padat.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved