Renungan Minggu: Tuhan Melihat Hati
Firman Tuhan mengatakan bahwa Tuhan mampu melihat hati seseorang, sampai kedalaman hati kita, karena tidak ada yang tersembunyi di hadapan Tuhan.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Fransiska_Noel
Pdt. Edwin Regar STh
Jemaat GMIM Getsemani Paal IV
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Ada ungkapan yang mengatakan, "Dalamnya laut dapat diduga, dalamnya hati siapa tahu".
Ungkapan ini mau mengatakan bahwa bagaimanapun kehebatan manusia, bagaimanapun canggihnya peralatan yang dimiliki, tetapi tidak dapat mengetahui isi hati manusia.
Contoh peristiwa yang akhir-akhir ini cukup ramai diberitakan yaitu mengenai kopi maut yang menimpa Mirna Solihin.
Polisi telah menetapkan Jessica Kumala Wongso sebagai tersangka. Tapi yang bersangkutan telah lolos tes kebohongan.
Artinya menurut tes tersebut didapati dia tidak berbohong terhadap penyangkalannya sebagai pembunuh Mirna.
Tapi polisi tetap menetapkan dia sebagai tersangka, dengan mengatakan bahwa pengakuan tidak penting karena yang penting alat bukti yang mereka miliki.
Dari kasus ini kita dapat melihat bahwa manusia penuh keterbatasan. Semua bertanya siapa pembunuhnya? Mengapa dia dibunuh? Apa motifnya? Perbedaan pendapat terjadi baik di kalangan masyarakat maupun para ahli hukum.
Memang manusia hanya mampu melihat apa yang nampak, yang terlihat di depan mata. Itulah keterbatasan manusia.
Firman Tuhan mengatakan bahwa Tuhan mampu melihat hati seseorang, sampai kedalaman hati kita, karena tidak ada yang tersembunyi di hadapan Tuhan.
Itu yang kita lihat dalam pemilihan Daud sebagai Raja. Samuel diutus Tuhan untuk datang menemui Isai, sebab di antara anak-anaknya Tuhan memilih satu orang menjadi Raja Israel.
Mulanya Samuel takut untuk melaksanakan tugas ini. Takut jangan sampai Saul membunuhnya. Ketakutan yang sebenarnya tidak beralasan, tidak perlu ada, karena kalau Tuhan yang menugaskan pasti akan dilindungi.
Ketika Eliab anak Isai menghadap Samuel, maka Samuel berpikir bahwa inilah yang akan digenapi Tuhan. Tapi Tuhan berfirman dalam ayat 7, "Jangan pandang parasnya atau perawakannya yang tinggi ... bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan, mata tapi Tuhan melihat hati,".
Manusia tidak tahu dan tidak dapat melihat hati orang lain. Kadang-kadang kelihatan baik sekali, padahal ada udang di balik batu.
Ketika tujuan telah tercapai, maka aslinya muncul. Kadang-kadang mulai dengan janji-janji manis. Ketika tujuan tercapai segala janji dilupakan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/berdoa-dengan-sukacita_20151206_081958.jpg)