Menembus Desa Goyo di Bolmut, Ke Pasar Butuh Waktu 4 Jam
Butuh perjuangan keras untuk menembus Desa Goyo. Terbayang, warganya pun harus berjuang keras dalam menjalani hidup.
Penulis: | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Ferdinand Ranti
TRIBUNMANADO.CO.ID, BOROKO - Butuh perjuangan keras untuk menembus Desa Goyo. Terbayang, warganya pun harus berjuang keras dalam menjalani hidup.
Ketika jutaan warga bangsa ini merdeka menikmati teknologi gadget, sekitar 200 jiwa penduduk Desa Persiapan Desa Goyo di Kecamatan Bolangitang Barat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara masih sulit sinyal handphone.
Goyo begitu terpencil. Untuk menembus desa itu, dengan m enumpang sepeda motor, dari jalan raya, membutuhkan waktu dua jam lebih dengan menyusuri jalan hancur.
Saat Tribun Manado bertandang ke desa persiapan itu pada Kamis (13/8), terkesan masih sangat terisolir dan meprihatinkan. Bahkan tanda-tanda adanya pembangunan infrastruktur di desa yang dihuni 117 kepala keluarga (KK) itu belum terlihat.
Jalur untuk mengakses desa itu berupa jalan yang masih bebatuan, penuh dengan lubang dan tanjakan. Kemudian harus menyeberangi Sungai Bandes yang memiliki lebar sekitar 45 meter.
Untuk menyeberangi sungai itu, warga menyediakan jasa rakit dengan membayar Rp 3 ribu.
Setelah rakit tambat, harus kembali menempuh jalan rusak sepanjang 15 kilometer. Hanya sepeda motor yang bisa menembusnya. Dan itu harus melalui jalur ekstrem.
Bebatuan seukuran bola kasti hingga sebesar buah semangka berhamburan dijalan. Sebuah perjalanan yang mencerminkan betapa masih belum meratanya pembangunan di daerah yang dipimpin Bupati Depri Pontoh dan Wakil Bupati Suriansyah Korompot.
Begitu sampai di desa itu, terlihat rumah-rumah warga yang mayoritas terbuat dari papan, berlantai tanah dan beratapkan alang-alang.
Pendapatan warga hanya mengandalkan palawija, kelapa, jagung, padi, bumbu dapur, dan hasil kebun lainnya.
Saat itu, Tribun Manado bertemu dengan seorang wanita setengah baya yang mengenakan pakaian sangat sederhana.
Dengan senyumnya yang ramah, dia memersilakan Tribun Manado masuk kerumahnya yang nampak terbuat dari papan.
Hasna Kapiso, demikian nama wanita itu, begitu semangat menceritakan perjuangan desanya untuk meraih kemajuan.
Menurutnya, hingga saat ini, warga merasa jarang sekali merasakan bantuan pemerintah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/desa-goyo-bolmut_20150814_020030.jpg)