Rumah Digusur, Warga Kampung Bobo Enggan Pasang Bendera
Biasanya, jelang 17 Agustus, Kampung Bobo ramai dengan pernak - pernik kemerdekaan.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor:
Rumah sekaligus warung tempatnya mencari nafkah selama puluhan tahun rata tanah. Satu - satunya yang bisa diselamatkan dari warung itu adalah rokok.
Dengan rokok sisa itu, ia coba menyambung hidup. "Hanya ini yang bisa saya lakukan," kata dia.
Lina membeber, dua anaknya hingga kini tidak lagi sekolah karena seragam serta buku pelajaran mereka hilang saat penggusuran.
Lina mengaku kesulitan menjelaskan kenyataan itu pada anak - anaknya.
"Yang sulung katakan mama torang suka mo maso skolah mo iko gerak jalan," kata dia.
Sementara Agus sudah dua minggu tak melaut. Peralatan pancingnya hilang saat penggusuran beberapa waktu.
"Anak saya hanya makan di rumah tetangga, mereka juga sudah tak sekolah," kata dia.
Agus juga menderita melihat kedua orang tuanya kini bermukim di tenda.
Keduanya tak diizinkan menempati rumah itu karena sudah penuh.
"Saat saya susah mereka bantu saya, namun kini saya tak bisa bantu mereka, saya hanya bisa berdoa," kata dia.
Namun untuk berdoapun Agus kesulitan. "Saya tak bisa ke ibadah tak punya baju," kata dia.
Meski merasa jadi korban kebijakan pemerintah, Agus tetap bangga sebagai orang Indonesia. Di lubuk hatinya Agus mengaku hatinya tetap bergetar melihat bendera merah putih berkibar diiringi lagu Indonesia Raya.
"Hari Selasa kita hearing dengan Dewan, saya ingin tunjukkan jika rasa cinta tanah air bisa berarti kritik kepada pemerintah," kata dia.
Nathan seorang penjual bendera mengaku tidak kehilangan rasa cinta tanah air meski sering di razia Sat pol pp. Bahkan ia mempraktekkan nasionalisme dalam menjual bendera.
"Suatu waktu saya bertemu dengan seorang tua, ia ingin bendera, uangnya hanya 30 ribu, harga bendera 40 ribu, saya iyakan saja, ini membantu orang," kata dia.
Tak kalah hebatnya, nasionalisme yang dirasakan oleh seorang guru honor - sebut saja Andre.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/penggusuran-kampung-bobo_20150806_100049.jpg)