Sabtu, 9 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Harta Karun Desa Bannada Kepulauan Talaud, Pusat Mistis dan Ilmu Kebal

Ada benda-benda seperti batu yang dipercayai masyarakat setempat punya kekuatan.

Tayang:
Penulis: Finneke | Editor:

Dari Beo, butuh perjalanan darat menggunakan motor selama empat jam melewati jalur lingkar timur. Bisa juga melewati lingkar barat, dengan waktu tempuh enam jam untuk motor dan delapan jam untuk mobil. Jalur lingkar timur hanya bisa dilalui dengan motor, dan lebih dekat. Harga sewa motor per hari Rp 50 ribu, belum dengan harga sewa pengendaranya.

Semakin jauh, pengunjung akan disambut dengan kondisi jalan yang semakin rusak. Mulai dari yang bebatuan dan pasir, jalan di tepi pantai, serta harus melewati jalan menanjak curam berpasir dan bebatuan. Dalam perjalanan ini, harus melalui dua sungai dan harus naik rakit. Rakit pertama di desa Dapalan dan rakit kedua di Desa Ammat yang berada di kecamatan Tammpannama. Ongkos rakit satu motor Rp 10 ribu, dan per orang Rp 2 ribu.

Rute ini mengitari sepanjang pantai pesisir timur pulau Karakelang. Semua desa berada di pinggir pantai. Eksotisnya pantai ini akan membuat perjalanan anda semakin seru, meski medannya berat. Kearifan lokal masyarakat Talaud akan sering dijumpai selama perjalanan. Warga yang membawa bika, angkutan khas warga lokal yang terbuat dari anyaman bambu akan sering ditemui. Begitu pula dengan warga yang mengunyah-nguyah sirih.

Kondisi desa-desa yang akan dijumpai selama perjalanan begitu sederhana, dengan rumah yang masih banyak yang hanya berdindingkan bambu. Sungguh merasakan kehidupan di desa terpencil. Untungnya, sinyal handphone sudah masuk, dan hanya Telkomsel yang bisa. Meski tak sepenuhnya bagus.

Tugu selamat datang akan menyambut wisatawan di desa Bannada, desa tertua awal mula kerajaan Talaud atau sering disebut Porodisa. Tak perlu khawatir untuk penginapan, wisatawan bisa menginap di rumah warga dengan kondisi apa adanya. Tak ada biaya sama sekali, tapi harus melapor dulu di kantor desa dan petua-petua adat. Pengunjung akan dijamu dengan kearifan lokal warga Bannada yang kental serta keramahan warga di sini.

Perjalanan ke Desa Bannada ini memang tak mudah. Harus berlayar melewati laut dari Manado ke kawasan pulau terluar Indonesia, serta medan jalan berat lewat darat yang memakan waktu lama. Namun berkunjung ke tanah Porodisa ini takkan pernah mengecewakan. Kearifan lokal masyarakat di sini serta indahnya alam sekitar, akan membuat pengunjung merasakan Indonesia yang sesungguhnya. Indonesia yang kaya dengan budaya. (tribunmanado/liputan dan foto feinneke wolajan)

Ikuti berita-berita terbaru di tribunmanado.co.id yang senantiasa menyajikan secara lengkap berita-berita nasional, olah raga maupun berita-berita Manado terkini.

Halaman 3/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved