Lihat Anjing 'Dibantai' Penjual, Wisatawan Menangis di Pasar Tomohon
Hewan yang dijual umumnya telah dalam keadaan mati dan telah hangus terpanggang. Tapi ada beberapa penjual yang belum membakar hewannya.
Penulis: Finneke | Editor:
Bumbu khas Minahasa kaya bumbu, dan pasti pedas. Kuliner ekstrem ini rasanya kurang pas jika tak pedas. Karena dari cita rasa inilah, kekhasan daging ekstrem ala Minahasa.
Yang membuat kuliner ini enak yakni takaran bumbunya yang banyak. Dan memang, selain pedas, kekayaan bumbu Minahasa, yakni berada di takarannya.
Rumah makan ini ramai mulai pukul 10.00 Wita - 15.00 Wita. Jika terlambat, pasti tak kebagian temat duduk. Menurut Jo Sembel, sang pemilik, kalangan pejabat juga doyan makan di warungnya ini. "Banyak juga pejabat yang datang. Turis-turis juga. Yah sesuai selera saja," ujarnya.
Tak sulit untuk ke pasar dan rumah makan ekstrem ini. Dari Kota Manado ke Pasar Tomohon, hanya butuh berkendara sekitar 60 menit.
Yang hanya naik angkot, dari terminal Malayang Manado naik bus jurusan Tomohon. Pasar ini tepat di samping terminal Tomohon.
Untuk ke Langowan, butuh waktu berkendara sekitar 90 menit berkendara. Untuk naik angkota juga mudah, dari terminal Malalayang Manado naik jurusan Langowan. Dari terminal untuk ke Walantakan, bisa naik ojek ke lokasi.
Penasaran bagaimana kondisi pasar ekstrem dan kuliner ekstrem ini ? Kalau ke Sulut, sempatkan diri mampir ke tempat ini. Dan saksikan langsung bagaimana hewan-hewan tak lazim berada di lapak pedagang, dan bagaimana warga menyantapnya. (tribunmanado/finneke wolajan)
Ikuti berita-berita terbaru di tribunmanado.co.id yang senantiasa menyajikan secara lengkap berita-berita nasional, olah raga maupun berita-berita Manado terkini.