Tragedi Es Brenebon di Manado
Pasca Tragedi Keracunan, Manajemen Kawan Baru Inisiatif Tutup Restoran
Tragedi brenebon yang diduga beracun dan membuat beberapa korban sempat dirawat di sejumlah rumah sakit di Kota Manado mulai diselidiki.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Tragedi brenebon yang diduga beracun dan membuat beberapa korban sempat dirawat di sejumlah rumah sakit di Kota Manado mulai diselidiki secara intensif oleh pihak kepolisian. Bahkan, Restoran Kawan Baru (KB) di Manado Town Sguare (Mantos) dan Lippo Plaza, Jumat (31/10/2014), telah ditutup.
Padahal tenant Restoran KB di dua tempat itu biasanya selalu ramai pengunjung. Hal yang sama tampak di Resto KB di Multimart Megamas serta Resto KB di Ruko Megamas.
Informasi yang diperoleh Tribun Manado, kemarin, penutupan Resto KB ini terkait kepentingan penyelidikan yang sedang dilakukan pihak kepolisian dengan instansi terkait lainnya seperti Dinas Kesehatan Manado dan Balai POM.
Kapolresta Manado Kombes Pol Sunarto melalui Kasubag Humas AKP Johny Kolondam menegaskan tanpa perlu korban melapor, pihak Polresta Manado akan menyelidikinya."Kita tetap akan menyidik kejadian yang selama ini terjadi," tegas Kolondam.
Polresta Manado akan menindaklanjuti keracunan yang menimpa beberapa warga yang makan di Resto KB tersebut.''Kami akan memanggil pihak rumah makan mulai dari owner, manager, koki hingga pelayan yang bekerja di restoran itu, '' ujar Kolondam.
Dia pun memastikan akan segera menerbitkan surat panggilan untuk pemeriksaan."Ini sudah masuk hukum pidana dan memakan korban hingga di rawat di RS, kami doakan korban cepat sembuh," ujar Kolondam meyakinkan.
Terpantau KB di Mantos, sejak pukul 08.30 wita telah ditutup. Tak ada meja dan kursi yang diletakkan di luar.
Seperti di Kawan Baru Mantos, sejak pukul 08.30 Wita, restoran itu telah dinyatakan ditutup. Di permukaan kaca jendela terpampang tulisan closed."Biasanya restoran itu buka setiap hari sekitar pukul 08.00 hingga 09.00 wita," ujar Ella (22), karyawati di toko dekat Resto KB tersebut.
Ia menambahkan, sejak pukul 07.30, dia sudah ada di tempat itu untuk berjualan dagangannya. Namun, sejak itu restoran Kawan Baru tidak buka sama sekali, juga tidak ada karyawan atau pengunjung baik dari instansi pemerintah atau pelanggan yang datang.
Untuk alasan tutup, Ella mengaku tidak tahu dan tidak ingin tahu apa masalahnya. Berbeda dengan karyawan Barcelona Watch, tenan samping Baskin Robbins. "Saya ada di sini sekitar pukul 10.00. Saya tahu kenapa mereka tutup," tutur Aken (20), karyawan di Mantos lainnya.
Awalnya Aken, tak percaya mendengar omongan teman-temannya tentang seorang anak yang meninggal akibat Es Brenebon di Kawan Baru. Karena ragu, dia pun membeli dan membaca Koran Tribun Manado lalu percaya tetang hal itu."Biasanya mereka (Kawan Baru) tutup bersama-sama saat Mantos akan tutup," ungkapnya.
Begitu juga yang terjadi di Kawan Baru lantai dua Multimart Megamas, restoran di situ tampak gelap. Beberapa orang menggunakan pakaian santai masuk dan keluar restoran itu, di depan restoran itu dipasang tulisan tutup. Diduga, mereka karyawan restoran itu, karena sama sekali tidak ingin berkomentar.
Berbeda di Kawan Baru kawasan Megamas, restoran yang terletak di antara ruko lainnya, tidak ada aktivitas. Pintu masuk utama restoran itu ditutupi pintu besi gulung.
Sementara itu, Wakil Wali Kota (Wawali) Manado, Harley Mangindaan yang diduga keracunan Es Brenebon Kawan Baru, nampak hadir di Stadion Klabat Manado pada laga Persma 1960 kontra PS Arrow Ambon yang dimenangkan oleh Persma dengan skor 1-0.
Ai, sapaan Wawali, tampak sehat menyaksikan laga itu bersama seorang putranya, beberapa saat ia yang saat itu menggenggam Pocari Sweat minuman pengganti cairan tubuh. Dia meminum hingga beberapa botol.
"Saat ini dalam masa pemulihan,"kata dia yang tak ingin menyebutkan jenis penyakitnya. Saat ditanya soal keracunan es brenebon, ia diam tanpa kata dan berpaling.
Terpisah Manager Area Kawan Baru, Fandy Rundengan mengatakan, pihaknya tidak akan berkomentar banyak, mengenai pengambilan sample yang dilakukan BBPOM dan Dinkes Sulut. "Bapak tadi sudah jelaskan (Sukriadi Darma) nanti tunggu hasil pa dorang (tunggu hasil dari tim terpadu)," ujarnya.