Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Eeem, Rahasia Gurihnya 'Kacang Goyang' Sulut Tuh Karena Ini

Kuliner kacang goyang cukup terkenal di Sulawesi Utara.

Penulis: Handhika Dawangi | Editor: Fransiska_Noel
zoom-inlihat foto Eeem, Rahasia Gurihnya 'Kacang Goyang' Sulut Tuh Karena Ini
net
Ilustrasi

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kuliner kacang goyang cukup terkenal di Sulawesi Utara. Makan berbahan baku kacang tanah ini, pasti tersedia di setiap hajatan warga Nyiur Melambai.

Ada banyak tempat yang dikenal sebagai pusat kuliner ini. Satu di antaranya di Kelurahan Motoboi Kecil Kecamatan Kotamobagu Selatan, Kota Kotamobagu.  

Nah, Tribun Manado mencoba melihat dari dekat proses pembuatan kuliner warna- warni ini. Di Kotamobagu, para pembuatnya tersebar di beberapa wilayah seperti di Lingkungan IV, Kelurahan Motoboi Kecil. Kacang goyang kemudian bertambah namanya dengan nama rumah industri masing-masing, seperti Kacang Goyang Kabela, yang diproduksi oleh Industri Rumah Tangga Kabela.

Melibatkan 20 orang karyawan, Kabela bisa memproduksi 100 kilogram dalam sekali produksi. Kuliner ini dipasok ke toko dan supermarket yang ada di Gorontalo, Manado dan Kotamobagu.

Kuliner khas ini terus dipertahankan keberadaannya oleh warga Kotamobagu. "Selain untuk mata pencaharian, kacang goyang sudah menjadi ciri khas Kotamobagu, saya akan terus membuatnya," ujar Frida Damopolii (57), pembuat kacang goyang Kabela, belum lama ini.

Untuk terus mempertahankan minat pembeli akan kacang goyang, ia selalu menjaga kualitas produk yang dibuat. Bahan dasar yag digunakan didapatkan di pasar dan supermarket yang ada di Kotamobagu. "Jika bahan dasar naik, kacang juga dinaikkan," ungkapnya.

Berikut bahan-bahan untuk membuat kacang goyang. Kacang, coklat van houten, gula putih, dan zat pewarna yang terdaftar. Untuk mengolahnya dibutuhkan alat-alat seperti
ngiru atau sosiru, tungku api, kompor minyak tanah.

Proses pembuatannya memakan waktu kurang lebih delapan jam. "Kami mulai membuatnya jika stok sudah habis, yaitu pada pukul 05.00 Wita," ujar Frida.

Frida mengaku yang paling berat yaitu pada saat penggoyangan, karena tidak boleh ditinggal. Jika memang harus ditinggal perlu adanya pengaturan tersendiri. "Kalau mau istirahat makan, apinya harus dilihat, jangan sampai kacangnya hangus," ungkapnya.

Untuk membuatnya, biasanya sudah dibagi tugas kepada karyawan. "Yang bertugas untuk mengupas dan memilih kacang ada enam orang, untuk sangara (pengeringan) kacang enam orang dan untuk menggoyang ada delapan orang," kata Frida.

Cara pembuatannya, kacang dipilih terlebih dahulu, dipisahkan dengan yang busuk atau  yang sudah menghitam. Setelah kacang dipilih, selanjutnya dikeringkan menggunakan wajan yang dipanasi untuk mengeluarkan kulit ari kacang dengan menggunakan kompor. Tujuan songara yaitu untuk membuat kacang gurih.

Langkah selanjutnya penggoyangan. Pada tahap ini dibagi beberapa kelompok orang untuk masing-masing warna. Diusahakan tidak berhenti untuk menghindari kacang hangus. Penggoyangan membutuhkan waktu selama delapan jam. (handhika dawangi)

Baca selengkapnya di Tribun Manado edisi cetak hari ini, Jumat (31/10/2014).

Update terus informasi terbaru di www.tribunmanado.co.id

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved