Klinik Bahasa
Secara, Kita Anak Gaul, Gitu Loh!
KEMAMPUAN memakai istilah dalam bahasa gaul, diakui atau tidak, menjadi tolok ukur keberadaan seseorang dalam pergaulan.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor:
Oleh : Jeannie Lesawengan, Pengkaji pada Balai Bahasa Provinsi Sulut
KEMAMPUAN memakai istilah dalam bahasa gaul, diakui atau tidak, menjadi tolok ukur keberadaan seseorang dalam pergaulan. Hal ini berdampak pada maraknya pemakaian dan penciptaan bahasa gaul.
Bahasa yang muncul dalam kurun waktu tertentu dulunya memiliki benang merah, seperti sejumlah kata pada tahun 80-an yang menyisipkan imbuhan -ok- pada bentuk dasar: prokem 'preman', dokat 'duit', bokap 'ayah', dan nyokap 'ibu'. Kata-kata yang terkenal pada tahun 2000-an tidak lagi berpola seperti akika 'aku', dese 'dia', ember 'memang', mawar 'mau', tinta 'tidak', dan sebagainya.
Kata secara merupakan salah satu dari kata-kata dalam bahasa gaul yang muncul sekitar tahun 2000-an. Berkat komunitas penyiar dan pendengar radio di kawasan Jakarta, kata ini menjadi populer dan awet, bahkan akhir-akhir ini pemakaiannya semakin marak dan meluas. Pemakaian kata ini tersebar melalui percakapan langsung, pesan teks, komunikasi dalam wadah pergaulan online 'daring', tayangan sinetron, dan lain-lain.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata secara bermakna sebagai/selaku; menurut (tentang adat, kebiasaan); dengan cara, dengan jalan; dengan, sedangkan makna kata secara dalam bahasa gaul belum dikonsepkan, baru disarikan berdasarkan konteks dalam kalimat, yaitu karena, dikarenakan, berhubung, disebabkan oleh, dan mengingat.
Selain itu, pemakaian kata secara dalam bahasa gaul juga mubazir, contohnya: Secara, musik dan drama Korea kini terkenal di mancanegara. Tanpa pemakaian kata secara kalimat ini sudah dapat dipahami: Musik dan drama Korea kini terkenal di mancanegara.
Ada tiga cara membedakan kata secara menurut bahasa gaul dan KBBI dalam kalimat. Pertama, memperhatikan makna kata. Kedua, memperhatikan keberadaan jeda setelah kata secara dalam ragam lisan dan tanda koma dalam ragam tulisan. Ketiga, memperhatikan kelas kata dari kata yang mengikuti kata secara. Dalam hal ini, kalau kata yang mengikutinya berkelas kata sifat, seperti jantan, damai, adil, ringkas, besar-besaran, berarti kalimat itu memakai kata secara menurut KBBI; kalau kata yang mengikutinya berkelas kata ganti orang, seperti kita, kami, gue 'saya', loe 'kamu', dia, mereka, kalian, dan nama diri, berarti kalimat tersebut memakai kata secara menurut bahasa gaul; dan kalau kata yang mengikutinya berkelas kata benda, berarti kalimat tersebut harus dibedakan dengan cara keempat, yaitu menggabungkan cara pertama dan kedua. Cara keempat ini dilakukan karena adanya potensi, baik sebagai kata menurut KBBI maupun bahasa gaul.
Pencarian terhadap contoh kata secara dalam bahasa gaul di media online menunjukkan bahwa secara gw/gue merupakan kata ganti orang yang paling banyak dipakai, diikuti oleh secara dia, secara kita, secara mereka, secara loe/lu/elo, secara kami, dan secara kalian/elo-elo. Contoh-contoh tersebut menunjukkan kalau secara kita dipakai untuk konteks yang seharusnya menggunakan secara kami. Penggantian ini sah-sah saja, mengingat ini bahasa gaul.
Namun, sangatlah memprihatinkan kalau penggantiannya disebabkan oleh ketidakmampuan pemakai membedakan keduanya. Kata-kata kunci yang perlu diingat untuk menghindari kekeliruan pemakaian kata kami dan kita yaitu, kita termasuk dengan pendengar, sedangkan kami tidak.
Keberterimaan kata secara dalam bahasa gaul di lingkungan masyarakat menunjukkan peluang kata tersebut masuk ke dalam KBBI. Sebaliknya, tingkat keseringan penggantian kata kami dengan kita berpotensi menghapus kata kami dari KBBI. Tentu saja, kalau tidak ada tindakan pencegahan. Bagaimana menurut Anda?(*)
-----------
KLINIK BAHASA
Kerja Sama Tribun Manado dan Balai Bahasa Sulut
Redaksi menerima pertanyaan tentang penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pertanyaan dikirimkan melalui email redaksi tribunmanado01@gmail.com dan akan dijawab oleh Balai Bahasa Sulawesi Utara. Pertanyaan juga bisa ke email balaibahasamanado@yahoo.com; faksimile (0431) 856541 atau hubungi nomor telepon (0431) 843301.
-----------