Klinik Bahasa
Pemakaian Kata Sekarang dan Kini
KATA sekarang menurut KBBI adalah waktu (masa, saat) ini; sedangkan kata kini adalah pada waktu ini; sekarang.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor:
Oleh : Oldrie Ch Sorey, Pengkaji pada Balai Bahasa Provinsi Sulut
KATA sekarang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah waktu (masa, saat) ini; sedangkan kata kini adalah pada waktu ini; sekarang. Kedua kata ini kelihatannya persis sama maknanya sehingga seolah-olah keduanya dapat selalu saling menggantikan, sebagaimana yang terdapat pada contoh berikut.
(1) Karena dulu para petani di daerah itu berpindah-pindah, kini/sekarang banyak terdapat lahan pertanian yang rusak.
Akan tetapi, jika diamati secara lebih cermat, kemungkinan penggunaan kata kini lebih terbatas daripada kata sekarang. Kata kini mengandung nuansa yang lebih khusus. Penggunaan kata kini mengandung makna adanya kesinambungan antara yang terjadi pada waktu lampau dan yang terjadi pada saat ihwalnya dibicarakan, antara yang terjadi dulu dan yang terjadi pada saat ini.
Perhatikan contoh berikut.
(2) Dia yang dulu dipandang remeh kini disegani banyak orang.
(3) Ia, yang selama ini dikenal sebagai peragawati, kini mengadu nasib sebagai perancang baju.
(4) Ia pernah belajar Antropologi di luar negeri dan kini bekerja di kantor swasta.
Meskipun penggunaan kata kini selalu mengacu ke peristiwa yang terjadi pada masa lampau tetapi peristiwa lampau itu sendiri tidak selalu harus disebutkan secara eksplisit. Artinya, peristiwa lampau itu sendiri secara implisit tersingkap dari konteksnya.
Amatilah contoh berikut.
(5) Kini Batam sudah siap menerima arus wisatawan.
(6) Kini tiada lagi orang yang berpakaian seragam seperti itu.
Tanpa dikaitkan dengan waktu lampau, kata kini tidak dapat digunakan. Pemakaian kata kini pada contoh berikut tidak berterima. Tanda asteris (*) menunjukkan pemakaian yang tidak berterima.
(7) Apakah sekarang/* kini atau besok penggenangan waduk itu dilakukan?
(8) A: Kapan daerah itu dikosongkan?
B: Sekarang/*kini
Kata kini tidak digunakan sebagai pelengkap untuk menerangkan kata benda. Bandingkan pemakaiannya sebagai pelengkap yang tidak berterima pada contoh (9) dan penggunaannya sebagai kata keterangan waktu yang berterima pada contoh (10) di bawah ini.
(9) Gurunya yang kini lebih pandai menyampaikan bahan pelajaran.
(10) Istrinya, yang kini menjadi dokter, akan bertugas di Puskesmas Taratara.
Akan tetapi, khusus kata kini dapat dirangkaikan dengan kata benda tertentu yang membolehkan penggunaan sebagai pelengkap meskipun jumlahnya terbatas, misalnya masa kini. Namun, rangkaian kata *zaman kini, *pemuda kini pada umumnya tidak berterima.
Masih ada satu perbedaan lagi antara sekarang dan kini. Perhatikanlah contoh berikut.
(11) Jika keadaan memaksa, sekaranglah/*kinilah kita benahi cara kerja kita.
(12) Sekarang/*kini ini juga pemugaran gedung itu hendaknya dimulai.
-----------
KLINIK BAHASA
Kerja Sama Tribun Manado dan Balai Bahasa Sulut
Redaksi menerima pertanyaan tentang penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pertanyaan dikirimkan melalui email redaksi tribunmanado01@gmail.com dan akan dijawab oleh Balai Bahasa Sulawesi Utara. Pertanyaan juga bisa ke email balaibahasamanado@yahoo.com; faksimile (0431) 856541 atau hubungi nomor telepon (0431) 843301.
-----------