Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cerita Pastor Yongki Nyoblos di Perancis Untuk Indonesia, Begini Refleksinya

Pastor Yongki Wawo MSC di Issoudun, Prancis menceritakan pengalamannya soal nyoblos pileg dan pilpres Indonesia

Penulis: | Editor: Chintya Rantung
IST
Pastor Yongki (paling kanan) 

Cerita Pastor Yongki Nyoblos di Perancis Untuk Indonesia, Begini Refleksinya

Laporan Wartawan Tribun Manado David Manewus

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO- Pastor Yongki Wawo MSC di Issoudun, Prancis menceritakan pengalamannya soal nyoblos pileg  dan pilpres  Indonesia. Ia mengirim cerita dan refleksi berjudul "Ayo Ikut Nyoblos Dalam Pesta Demokrasi 2019"

Ia  mengatakan pesta demokrasi, Pemilihan Umum di Indonesia tinggal menghitung hari. Kali ini memang luar biasa, kita memilih secara serentak Presiden dan Wakil Presiden, serta anggota legislatif dari pusat sampai daerah. 

 "Pesta demokrasi ini tidak hanya bergema di dalam negeri, tetapi juga menjangkau semua warga Indonesia diaspora yang saat ini berada di negara lain. Saya sendiri hari ini, 8 April 2019 sudah menentukan pilihan suara hati saya dalam pemilihan umum di kamar saya," katanya.

Baca: 100 % HOAKS, Beredar Hasil Pemungutan Suara Pemilu 2019 Luar Negeri

Di luar negeri seperti di Perancis katanya, ada juga kemungkinan mengikuti pemilu via Pos di mana keretas suara dikirim oleh pihak kedutaan ke alamat para pemilih. 

"Saya sudah mengirim kembali hasil coblosan ke kedutaan Indonesia di Paris. Wah saya sendiri baru mengalami pertama kali berpartisipasi dalam pemilu di kamar. Tentu mengikuti prosedur pemilihan yang dilampirkan dalam amplop yang dikirim oleh pihak kedutaan ke alamat saya," katanya.

Sebagai sebuah bangsa, katanya kita memiliki kebebasan beragama dan partisipasi politik. Kita diundang untuk berpartisipasi dalam pelayanan publik dengan misi Tuhan kita. Seperti yang diajarkan Paus Fransiskus,

 “Iman yang otentik,selalu melibatkan keinginan mendalam untuk mengubah dunia, untuk mentransmisikan nilai-nilai, untuk meninggalkan bumi ini entah bagaimana lebih baik daripada yang kita temukan. Kita mencintai planet luar biasa yang telah kita miliki ini.

Bumi adalah rumah kita dan kita semua adalah saudara. Jika memang pengaturan masyarakat dan negara adalah tanggung jawab utama politik," Gereja, "tidak bisa tinggal di sela-sela dalam perjuangan untuk keadilan." (Evangelii Gaudium, No. 183)

Realita politik negara kita katanya memberi kita peluang dan tantangan. Indoneia adalah bangsa yang didirikan berdasarkan dalam dasar Pancasila dan UUD 1945. 

Baca: Kriss Hatta Ditahan, Ini Dia Sosok yang Membantu dalam Memalsukan Dokumen Pernikahan

 "Kita adalah negara yang berjanji untuk mengejar "kebebasan dan keadilan bagi semua orang, tetapi kita pernah ada sejarah pertikaian lintas ras, etnis, dan ketidaksetaraan ekonomi. Kita adalah masyarakat yang makmur dengan SDA namun masih banyak sesama warna negara kita yang masih banyak hidup dalam kemiskinan dan kekurangan perawatan kesehatan dan kebutuhan hidup lainnya.

Kita adalah bagian dari komunitas global yang ditugasi menjadi penjaga lingkungan bumi yang baik, apa yang disebut Paus Fransiskus sebagai "rumah kita bersama," yang sedang diancam. Tantangan-tantangan ini berada di jantung kehidupan publik dan menjadi pusat pengejaran kebaikan bersama.

Mereka saling terkait dan tak terpisahkan. Seperti yang ditekankan Paus Francis, "Kita dihadapkan dengan satu krisis kompleks yang bersifat sosial dan lingkungan. Strategi untuk solusi menuntut pendekatan terpadu untuk memerangi kemiskinan, mengembalikan martabat orang yang dikucilkan, dan pada saat yang sama melindungi alam" (Laudato Si ', no. 139)," katanya.

Dalam Tradisi Katolik menurutnya, kewarganegaraan yang bertanggung jawab adalah kebajikan, dan partisipasi dalam kehidupan politik adalah kewajiban moral. "Orang-orang di setiap negara meningkatkan dimensi sosial kehidupan mereka dengan bertindak sebagai warga negara yang berkomitmen dan bertanggung jawab" (Evangelii Gaudium, no. 220).

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved