Guguran Lava Gunung Karangetang Sitaro Masih Ada

Secara kegempaan dapat terpantau sejak pagi terjadi lima kali gempa guguran dengan amplitudo 3-5 mm, berdurasi 35-55 detik

Guguran Lava Gunung Karangetang Sitaro Masih Ada
TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS
Guguran lava Guunung Karangetang Sitaro terlihat dari perairan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, SITARO- Hujan yang terjadi sejak pagi mengakibatkan puncak gunung Karangetang tertutup kabut sehingga tak teramati, Minggu (17/02/2019).

Namun menurut Didi Wahyudi petugas PGA Karangetang, aktivitas kegempaan masih bisa teramati melalui peralatan.

"Apalagi saat ini peralatan sudah baik semuanya, sehingga data yang masuk lebih akurat," jelasnya.

Secara kegempaan dapat terpantau sejak pagi terjadi lima kali gempa guguran dengan amplitudo 3-5 mm, berdurasi 35-55 detik, juga ada gempa hembusan terjadi 12 kali dengan amplitudo 5-20 mm, berdurasi  25-45 detik.

Baca: Pemkab Sitaro Minta Bantuan Kontraktor Buka Jalan Batubulan yang Tertutup Lava Gunung Karangetang

Aktivitas gempa tremor harmonik juga terekam meski hanya sekali dengan amplitudo 30 mm, dengan durasi 42 detik, juga gempa hybrid terjadi sekali, amplitudo  5 mm, S-P  0 detik, durasi 10 detik.

Terekam juga tektonik jauh sebanyak dua kali, amplitudo 10-30 mm, S-P 21 detik, durasi 45-125 detik.

Serta yang menjadi penanda aktivitas gunung terus berjalan yaitu terekamnya termor menerus atau microtremor dengan amplitudo 0.25 mm (dominan 0.25 mm).

"Memang aktivitas ini cenderung lama, sehingga sampai sekarang status gunung Karangetang masih pada level III atau Siaga," jelasnya.

Baca: Dua Puncak Gunung Karangetang Keluarkan Asap Tebal

Untuk aktivitas kegempaan memang agak menurun dari segi jumlah, yaitu gempa guguran sebanyak 5 kali dengan amplitudo 2-5 mm, berdurasi 35-55 detik, hembusan terjadi 8 kali amplitudo 5-14mm, durasi 22-30 detik, vulkanik dangkal 5 kali amplitudo 5 mm, durasi 3-4 detik. Tektonik jauh 3 kali, amplitudo 8-24 mm, S-P 22 detik durasi 65-125 detik, dan microtremor terekam dengan amplitudo 0.25 mm (dominan 0.25 mm).

Masyarakat  tetap dilarang agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona bahaya yaitu radius 2.5 km dari puncak kawah dua (Kawah Utara) dan kawah utama (selatan) serta area perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah Barat-Baratlaut sejauh 3 kilometer dan ke arah Baratlaut-Utara sejauh 4 kilometer.

Baca: Kisah Siswa Pengungsi Erupsi Gunung Karangetang, Dititipkan di Sekolah Lain Meski Tak Pakai Seragam

Warga yang berada di area Baratlaut-Utara dari Kawah Dua, di antaranya Kampung Niambangeng, Beba dan Batubulan agar dievakuasi ke tempat yang aman dari ancaman guguran lava atau awan panas guguran gunung Karangetang yaitu di luar zona bahaya.

Masyarakat tetap dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai. (amg)

Berita Populer: Wali Kota Manado: Maret Kita Pindah ke Bank BNI

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Herviansyah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved