Lava Gunung Karangetang

Gunung Karangetang Diselubungi Kabut Tebal, Masih Muntahkan Lava Panas

Dari status guguran masih terjadi 8 kali dengan amplitudo 3-4 mm, durasi 30-50 detik.

Gunung Karangetang Diselubungi Kabut Tebal, Masih Muntahkan Lava Panas
Istimewa
Gunung Karangetang Tertutup Kabut Tebal 

TRIBUNMANADO.CO.ID, SITARO- Gunung Karangetang tak terlihat sama sekali, lantaran tertutup oleh kabut tebal, Jumat (08/02/2019).

Dari status guguran masih terjadi 8 kali dengan amplitudo 3-4 mm, durasi 30-50 detik.

Hembusan terjadi 12 kali dengan amplitudo 7-52 mm, durasi 20-60 detik, hybrid terjadi dua kali amplitudo 5-6 mm, S-P 0 detik, durasi 11-16 detik.

Vulkanik dangkal empat kali dengan amplitudo 3-6 mm, durasi 3-5 detik, Tremor menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 0.25 mm (dominan 0.25 mm).

"Dalam kondisi seperti ini tetap statusnya masih Siaga atau Level III," jelas Aditya Gurasali petugas pemantau gunung Karangetang.

Baca: Bupati Sitaro Gagal Kunjungi Pengungsi Gunung Karangetang yang Terisolasi di Kampung Batubulan

Direkomendasikan agar masyarakat dan pengunjung atau wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona bahaya yaitu radius 2.5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah Barat-Baratlaut sejauh 3 kilometer dan ke arah Baratlaut-Utara sejauh 4 kilometer.

Masyarakat yang berada di area Baratlaut-Utara dari Kawah Dua, di antaranya dusun Niambangeng, Beba, dan kampung Batubulan agar dievakuasi ke tempat yang aman dari ancaman guguran lava atau awan panas guguran gunung Karangetang yaitu di luar zona bahaya.

Baca: Karangetang Berbahaya, Bupati dan Wakil Bupati Sitaro Gagal Kunjungi Pengungsi di Batubulan

Baca: Pengungsi Gunung Karangetang Dipindahkan dari GMIST Nazaret Kawahang

Masyarakat di sekitar gunung Karangetang juga dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai yang berhulu dari puncak gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai. (amg)

Berita Populer: Terlahir Sebagai Pria, 4 Wanita Cantik Berprestasi di Indonesia Ada yang Awali Karirnya di New York!

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Herviansyah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved