Kisah Ko Hin, Penerjemah Bahasa Mandarin Bagi Pedagang Buah di Sekitar Klenteng, Tak Mau Dibayar
Selain Klenteng Ban Hin Kiong, tempat jualan buah di samping klenteng tersebut didatangi ratusan turis Tiongkok pada hari raya Imlek Selasa (5/2/2019)
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: David_Kusuma
Kisah Ko Hin, Penerjemah Bahasa Mandarin Bagi Pedagang Buah di Sekitar Klenteng, Tak Mau Dibayar
TRIBUN MANADO.CO.ID, MANADO - Selain Klenteng Ban Hin Kiong, tempat jualan buah di samping klenteng tersebut didatangi ratusan turis Tiongkok pada hari raya Imlek Selasa (5/2/2019).
Buah manggis dan langsat banyak diburu warga, warga yang membeli buah durian juga banyak.
Seorang pria tua nampak menjadi perantara bagi penjual dan pembeli.
Ia bercakap - cakap dengan pembeli memakai bahasa Mandarin yang fasih. Bahkan ia bercanda dengan mereka.
Permintaan para pembeli itu diutarakannya kepada para penjual dengan memakai bahasa melayu Manado. "Dia minta 15 buah manggis," katanya pada para penjual.
Baca: Malam Imlek di Sintesa Peninsula Manado Meriah, Dinner Spesial dan Bagi-bagi Angpau
Baca: Imlek di Manado, Turis Tiongkok Padati Klenteng Ban Hin Kiong
Baca: Sutanto Tan Antara Pekerjaan, Imlek, dan Pengharapan di Tahun Babi
Nama pria tua ini Ko Hin. Ibrahim salah satu penjual buah mengatakan, Ko Hin sangat fasih Bahasa Mandarin karena anaknya bermukim di Tiongkok.
"Anaknya tinggal di Kanton, ia beberapa kali mengunjungi sang anak," kata dia.
Menurut Ibrahim, Ko Hin juga bisa berbahasa Inggris dan sedikit dikit Jepang.
Sebut dia, Ko Hin menjadi penerjemah bagi para penjual buah secara sukarela. "Ia tak mau terima uang dari kami, ia ikhlas," kata dia.
Ibrahim mengakui peran Ko Hin dalam kisah suksesnya menjual buah pada para turis. Tanpa Ko Hin, mungkin buahnya tak laku.

"Saya sendiri tidak tahu bagaimana kalau tak ada dia," kata dia.
Seorang pedagang lainnya yang enggan namanya disebut menyatakan, Ko Hin juga mengajarkan bahasa mandarin sedikit sedikit kepada mereka.
Sesekali Ko Hin mengajarkan ilmu dagang. "Ko Hin juga minta kita jujur, jangan jual manggis sudah busuk," kata dia.
Saat ditanyai Tribun Manado, Ko Hin memilih merendah.
"Ah itu biasa saja," kata dia.
Ko Hin mengaku merayakan Imlek. Tapi mengapa di hari raya itu malah membantu para penjual buah.
"Saya kan masih bujangan," kata dia dengan bercanda. (art)