Rocky Gerung: Dalil Saya Tetap, Pemerintah adalah Pembuat Hoaks Terbaik
Pengamat politik, Rocky Gerung kembali berikan kritikan soal politik pemerintahan dengan menyebut istana presiden sebagai pembuat hoaks.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pengamat politik, Rocky Gerung kembali berikan kritikan soal politik pemerintahan dengan menyebut istana presiden sebagai pembuat hoaks.
Dikutip TribunWow.com dari channel Rocky Gerung, hal itu ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam acara Update Malam dengan tema 'Manuver Politik Akal Sehat', Minggu (3/2/2019).
Awalnya pembawa acara memberi pertanyaan kepada Rocky selain kritikan yang sering ia sampaikan, apakah dirinya juga akan memberikan pujian terhadap pemerintahan.
Rocky Gerung menegaskan bahwa dirinya tentu akan memberi pujian.
"Tentu akan beri pujian, tapi apa yang akan saya pujikan," jelas Rocky Gerung.
Baca: Bencana Melanda Kota Manado, Sampelan: PMI Bekerja Cepat, Tepat dan Bertanggung Jawab
Baca: RUU Permusikan, Glenn Fredly Pilih Hargai Segala Perjuangan Musisi
Lantas ia menyinggung pernyataan pemerintah yang mengatakan bahwa pemerintah bukanlah pembuat hoaks seperti yang digaungkan oleh dirinya.
Namun, Rocky Gerung tetap menyatakan hal yang sama.
"Pemerintah ngotot terus bahwa kami (pemerintah) bukan pembuat hoaks seperti tuduhan Rocky Gerung," ucap Rocky Gerung.
"Dalil saya tetap, pemerintah adalah pembuat hoaks terbaik," imbuhnya.
Lebih lanjut, Rocky Gerung tampak menyinggung polemik kasus Abu Bakar Ba'asyir.
Ia menyebut, pembebasan Abu Bakar Ba'asyir dengan alasan kemanusiaan keluar dari mulut presiden sendiri.
Kemudian, Rocky Gerung mangatakan pembebasan itu langsung dibantah oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto dalam sehari.
"Belum sampai 24 jam dibantah sendiri oleh Menkopolhukam, tidak begitu maksudnya," kata Rocky Gerung.
"Artinya presiden bikin hoaks. Mestinya menteri yang bikin hoaks biar bisa dikoreksi oleh presiden."
"Di dalam diplomasi diumpankan menteri bikin sesuatu, kalau ada ketegangan, panglima tertinggi bilang saya ambil alih."