Bupati Sitaro Sidak APMS Tindak Lanjut Kelangkaan BBM

Pada kesempatan tersebut Bupati mempertahankan sebab terjadinya kelangkaan BBM, sedangkan premium yang masuk 130 KL per bulan.

Bupati Sitaro Sidak APMS Tindak Lanjut Kelangkaan BBM
Istimewa
Bupati Kabupaten Kepulauan Sitaro melakukan sidak ke Agen Premium Minyak dan Solar (APMS) PT Karya Maranatha, Jumat (18/1). 

Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

SITARO, TRIBUN - Bupati Kabupaten Kepulauan Sitaro melakukan sidak ke Agen Premium Minyak dan Solar (APMS) PT Karya Maranatha, Jumat (18/1).

Sidak tersebut nampak diikuti oleh Sekda Sitaro Herry Bogar dan jajaran Pemkab Sitaro, Ketua DPRD Sitaro John Janis, serta jajaran terkait.

Mereka diterima oleh Maxi Dalema penanggjawab APMS PT Karya Maranatha di lokasi. Sidak dilakukan lantaran adanya keluhan kelangkaan BBM dan jika beli eceran harganya mahal.

Pada kesempatan tersebut Bupati mempertahankan sebab terjadinya kelangkaan BBM, sedangkan premium yang masuk 130 KL per bulan.

"Sekali masuk ini kan 65 KL, masa dua hari langsung habis," jelasnya.

Ia meminta tim pengawas untuk lebih ketat mengawasi masuknya minyak."Kalau minyak sebelum bongkar, cek faktur dan kuota minta sesuai atau tidak," jelasnya.

Selain itu ia menduga ada permainan di dalam APMS tersebut."Nanti pakai ukuran liter yang baru, sesuai dengan tera yang baru," jelasnya.

Selain itu, sementara waktu akan APMS akan dikunci menggunakan dua kunci, dan kuncinya dipegang oleh perusahaan dan tim pengawas.

"Bisa dibuka harus ada kedua belah pihak, supaya semuanya bisa mengawasi, semuanya harus ada untuk mengawasi," jelas dia.

Ia mengatakan, tindakan seperti ini harus diambil."Supaya kuota di masyarakat bisa terpenuhi," jelasnya.

Menurutnya, selain ukuran, harga juga harus diawasi agar harganya sesuai dengan harga normal.

"Kita mulai dari sini, jangan sampai mereka main di sini, terpenting di sini normal, dan kalau nanti di luar harga ada yang tidak normal akan dibicarakan berikut," jelas dia.

Sementara itu, Maxi Dalema mengatakan bahwa memang untuk penjualan mereka masih menggunakan manual atau liter.

"Kami juga tidak masalah jika ada tim pengawas, dan jika ada masyarakat yang mendapatkan kurang dari ukuran yang dibeli, bisa langsung komplain di lokasi," jelas dia. (Amg)

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Nielton Durado
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved