Program ODSK Buahkan Hasil, Angka Kemiskinan Turun Tinggal 7,9 Persen

Angka kemiskinan Sulut turun dari 8,20 persen di 2016, sudah turun 7,9 persen di 2017.

Program ODSK Buahkan Hasil, Angka Kemiskinan Turun Tinggal 7,9 Persen
Ist
Edison Humiang, Asisten I Pemprov Sulut saat Rapat Koordinasi Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Peningkatan Kualitas Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2018 di Ruang F J Tumbelaka, Kantor Gubernur, Kamis (06/12/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Manado Ryo Noor

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Angka kemiskinan Sulut turun dari 8,20 persen di  2016, sudah turun 7,9 persen di 2017.

Jika diangkakan warga miskin dari 208.541 jiwa berkurang tinggal 193.311 jiwa

Edison Humiang, Asisten I Pemprov Sulut mengungkapkan, capaian ini menunjukkan telah terjadi penurunan angka kemiskinan sebesar 0,31 persen atau 15.230.

"Kesimpulannya program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan cukup membantu masyarakat," kata Humiang saat Rapat Koordinasi Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Peningkatan Kualitas Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2018 di Ruang F J Tumbelaka, Kantor Gubernur, Kamis (06/12/2018)

Baca: KEIN Ungkap Kunci Sukses Petani Kelapa, Bentuk Koperasi

Menurut Humiang, pencapaian yang jauh di bawah tingkat kemiskinan nasional yang berada pada range 10-11 persen ini merupakan hal yang menggembirakan.

Bukan berarti pekerjaan telah berakhir,  masih terdapat  masyarakat miskin di daerah ini yang memerlukan dorongan dan stimulan dari pemerintah untuk keluar dari garis kemiskinan.

Baca: Pemprov Sulut dan KEIN Bahas Industri Kelapa dan Aren

"Hal ini adalah fakta yang kemudian menjadi tanda bagi kita untuk dengan segera menguatkan kapasitas kerja, khususnya dalam aktualisasi dan realisasi program OD-SK," ucap Humiang.

Terkait dengan itu, lanjut Humiang, sangat dipahami bahwa suksesnya upaya penanggulangan kemiskinan tidak hanya bergantung dari satu instansi atau unit kerja, namun juga sangat bergantung pada keterlibatan seluruh komponen pembangunan.

Baca: Bocah 8 Bulan asal Sangihe Terinfeksi HIV, Ini Perbedaan HIV dan AIDS

"Dalam konteks itulah, momentum yang tercipta saat ini harus dioptimalkan bersama sebagai wadah mengumpulkan informasi, dan menghasilkan berbagai rekomendasi terkait upaya penanggulangan kemiskinan, serta perlindungan sosial, yang dapat diimplementasikan kedepan," imbuh Humiang.

Baca: 9 Pemabuk Diamankan Tim Paniki, 3 di Antaranya Wanita, Ada Juga Pelajar

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat dr Kartika Devi Kandouw-Tanos melalui Piter Jacob Toad selaku Kepala Bagian Kerawanan Sosial, Dampak Bencana, Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial menerangkan sasaran dari rapat tersebut.

"Sasaran dari kegiatan ini adalah terwujudnya percepatan pencapaian program penanggulangan kemiskinan di kabupaten dan kota se Sulawesi Utara," ujar Toad.

Baca: Boltim Menuju Kota Layak Anak

Pertemuan ini turut dihadiri perwakilan BPS Sulut, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan peserta dari kabupaten dan kota se Sulut. (ryo)

 
 

Penulis: Ryo_Noor
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved