Purwono Tunggu Penyerahan Bangunan Pengering Cengkih Secara Resmi

Kepala DPKP Bolsel Sugeng Purwono, masih menunggu penyerahan bantuan bangunan pengering cengkih kepada Poktan secara resmi.

Purwono Tunggu Penyerahan Bangunan Pengering Cengkih Secara Resmi
TRIBUNMANADO/FELIX TENDEKEN
Foto bangunan pengering cengkih di Desa Lungkap 

Liputan Wartawan Tribun Manado, Felix Tendeken

TRIBUNMANADO.CO.ID, MOLIBAGU - Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Sugeng Purwono, masih menunggu penyerahan bantuan bangunan pengering cengkih oleh Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kepada kelompok tani (Poktan) Itondik di Desa Lungkap Kecamatan Pinolosian secara resmi.

Kata dia, bangunan tersebut sudah selesai didirikan dan siap dioperasikan hanya tinggal menunggu penyerahan secara resmi bersama seluruh peralatan pendukung.

Baca: Mahasiswa dan Warga Kurang Mampu Juga Bisa Gadai Barang

"Kita masih menunggu penyerahannya secara resmi kepada kelompok tani Itondik," jelasnya, Senin (26/11) di sela-sela aktivitas kerjannya.

Diharapakan, setelah bangunan dan peralatannya diserahkan dapat dimanfaatkan maksimal oleh Poktan untuk mengeringkan cengkih hasil panen yang tidak bisa dikeringkan menggunakan sinar matahari karena musim hujan.

Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini Senin 26 November 2018: Mood Aries Sangat Baik, Hari Melelahkan untuk Cancer

"Tentu kami berharap diserahkan secepatnya agar membantu petani," jelasnya.

Sebab akan diserahkan secara langsung oleh Dinas Perkebunan Provinsi diharapkan dapat dirawat dengan baik sehingga dapat digunakan dalam waktu yang lama.

"Meski kita turut mengawasi namun tanggung jawab terhadap pemeliharaan itu adalah tugas Poktan," jelasnya.

Sementara itu Herson Roro warga Molibagu, berharap, agar bangunan yang sama didirikan di Desanya. Sebab mereka juga kesulitan untuk mengeringkan cengkih ketika musim hujan datang.

Baca: Ampuh Tunda Proses Penuaan, Ini 7 Makanan Kaya Anti-Aging

Apalagi jika hasil panen dalam jumlah yang banyak mereka (petani) kesulitan untuk mengeringkannya.

"Bingung kalau sudah musim hujan, takut cengkih membusuk. Untung pada pagi hari matahari terik nanti hujan datang pada sore hari. Kesempatan menjemur cengkih," jelasnya. (lix)

Penulis: Felix Tendeken
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved