Nilai Tukar Rupiah Terus Melemah, Ini Perbedaan Perekonomian Tahun 1998 dan 2018

Lantas, menurunnya nilai rupiah saat ini menimbulkan anggapan bahwa fundamental ekonomi dalam negeri saat ini lebih buruk dari tahun 1998.

Nilai Tukar Rupiah Terus Melemah, Ini Perbedaan Perekonomian Tahun 1998 dan 2018
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Teller sebuah bank di Jakarta Selatan menghitung uang rupiah di atas dolar Amerika Serikat, Jumat (24/1/2014). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Rupiah terus melemah terhadap dolar AS dengan nilai tukar saat ini hingga Rp15.000 per dollar AS.

Lantas, menurunnya nilai rupiah saat ini menimbulkan anggapan bahwa fundamental ekonomi dalam negeri saat ini lebih buruk dari tahun 1998.

Dilansir dari Kompas, Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Saumual memastikan depresiasi rupiah yang terjadi saat ini berbeda dengan depresiasi rupiah ketika 1998 silam.

David menambahkan, meski ada pelemahan sepanjang lebih dari satu semester, tahun ini juga diikuti dengan kenaikan gaji dan harga-harga yang cukup terjaga.

Sedang data yang dihimpun Bank Indonesia (BI), Badan Pusat Statistik (BPS) dan CEIC, depresiasi rupiah sangat buruk hingga mencapai 254 persen dari September 1997 ke September 1998 yang membuat nilai rupiah sebesar Rp3.030 per dollar AS turun tajam ke nilai Rp10.725 per dollar AS.

Sementara depreasiasi rupiah yang terjadi pada September 2017 ke September 2018 sebesar 11 persen yang membuat rupiah melemah dari nilai Rp13.345 per dollar AS menjadi sekitar Rp14.815 per dollar AS.

Menurut data tersebut, jika pelemahannya seperti pada tahun 1998, Rupiah seharusnya mencapai Rp47.241 per dollar AS pada September 2018.

Dibandingkan dari cadangan devisa, tahun 2018 jumlah cadangan devisanya jauh lebih tinggi yakni 118,3 miliar dollar AS, sedangkan tahun 1998 hanya 23,61 miliar dollar AS.

Meski rupiah terdepresiasi, pertumbuhan ekonomi 2018 meningkat sebesar 5,27 persen year on year (yoy) pada triwulan II.

Sedang tahun 1998, pertumbuhan ekonomi minus 13,34 persen yoy per triwulan II.

Halaman
12
Editor: Valdy Suak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved