Moms, Yuk Ajar Si Kecil Menghargai Kekalahan dengan Cara Ini

Dalam keseharian, Si Kecil pasti senang bermain dengan beragam permainan seperti menyusun balok, pasel, games, kartu, dan sebagainya.

Moms, Yuk Ajar Si Kecil Menghargai Kekalahan dengan Cara Ini
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dalam keseharian, Si Kecil pasti senang bermain dengan beragam permainan seperti menyusun balok, pasel, games, kartu, dan sebagainya.

Pastinya, Si Kecil memiliki keinginan untuk menang, meski ia juga tahu bahwa kekalahan merupakan bagian dari permainan.

Namun, terkadang ia seringkali terobsesi untuk bisa selalu menang dan kurang dapat menerima kekalahan secara sportif.

Baca: Ini Manfaat Rutin Minum Air Kubis

ingin selalu dapat mengalahkan pesaingnya, bahkan mungkin cenderung berbuat curang dibandingkan menikmati keseruan permainan itu sendiri.

Diperlukan arahan dan pemahaman pada Si Kecil agar ia tak fokus semata-mata pada kemenangan yang didapat.

Baca: 7 Tanda Jika Memiliki Terlalu Banyak Racun di Tubuh

Si Kecil juga perlu diajarkan mengenai makna kekalahan, dan bagaimana sikap yang baik saat menghadapinya.

Bagaimana cara mengajarkan Si Kecil mengenai makna kekalahan?

"Sebetulnya dimulai sebelum mengikuti kompetisi, bukan setelah anak kalah. Misalnya dia ikut kompetisi kita bilang, 'yang penting kamu mencoba, kamu berani, kamu sudah maju dan naik panggung mama sudah senang'.

Baca: Mengenal Lebih Jauh, Neil Armstrong, Manusia Pertama yang Pijakkan Kaki di Bulan

Kalau misalnya kalah gimana? katakan 'Gapapa yang penting mama tetap sayang sama kamu yang penting kamu sudah mencoba," kata Psikolog, Anna Surti Ariani, S. Psi., M.Si beberapa waktu lalu di Bekasi.

Bila hal tersebut sudah dikatakan oleh Moms sebelumnya, Si Kecil akan lebih santai bila nantinya ia menghadapi kekalahan.

Baca: Kepalanya Terjebak di Bawah Kursi, Penumpang Ini Sebabkan Keterlambatan Kereta

Tapi jangan lupa untuk melihat sisi positif dalam usaha Si Kecil ketika berkompetisi ya Moms.

"Kalau itu sudah dikatakan sebelumnya, anak akan lebih santai saat menghadapi kekalahan dan coba dilihat hal-hal yang masih positif dalam dirinya, supaya anak tidak berkembang menjadi anak perfeksionis,".

"Nah bila anak sudah menerima kekalahan secara positif, maka anak tidak terlalu harus menang dan bisa menerima kekalahan yang lebih wajar,"  tutup Anna.

Tags
kalah
anak
Editor: Rine Araro
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved