8 Mega Proyek di Sulut Ditawarkan ke Cina
Mereka memenuhi undangan China Development Bank (CBD) mengunjungi Susou Industrial Park.
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Aldi Ponge
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kunjungan delegasi Indonesia ke negeri Tirai Bambu, pekan lalu, melalui jalan panjang.
Suzhou Industrial Park merupakan lokasi yang akan dituju.
Berada di Barat negara Cina, delegasi Indonesia dari Sulut yakni Roy Roring, Vonny Paat, James Sumendap dan Franky Manumpil naik kereta cepat dari Beijing sejauh kurang lebih 1.000 Kilometer dengan kecepatan kereta 350 Kilometer per jam.
Mereka memenuhi undangan China Development Bank (CBD) mengunjungi Susou Industrial Park.
Kota Industri ini bertumbuh dengan bantuan CBD, dimulai pengembangannya sejak tahun 1994.
Dari penduduk kota 800 ribu jiwa, kota ini berkembang dengan penduduk yang kini mencapai 13 juta jiwa.
"Perkembangan dapat takut. CBD menunjukan ke kita Pola kerja sama bagaimana bangun Industrial park," kata dia.
Pertemuan dengan CDB intinya kata Roring untuk memperoleh dana bantuan lunak membangun infrastruktur. "Banyak dana di Cina," kata Roy Roring Asisten II Pemprov Sulut.
Tak hanya Indonesia, Malaysia dan Filipina pun mengincar dana pinjaman tersebut.
Sudah ada kesepakatan antara dua kepala negara terkait bantuan tersebut.
Sehingga kesempatan ini harus dimanfaatkan Sulut. Apalagi banyak proyek infrastruktur yang direncanakan akan dibangun.
"Total dana yang ada USD 64 Miliar.Tapi ini masih berproses, di tataran antar presiden sudah, tinggi turun ke posisi bawah untuk melengkapi," kata dia.
Adapun, proyek yang ditawarkan Kawasan Ekonomi Khusus Bitung, Bitung International Hub Port, Likupang Tourism Distrik, Bandara Pulau Lembeh, Jembatan Bitung Lembe, Jalur Kereta Api Gorontalo-Bitung, Proyek Pembangkit listrik dan Jalur Trem Manado
"Kita manfaatkan peluang ini," kata dia.