TribunManado/

Konduktor Ternama Korea Ingin PSM Unima Datang Lagi

Sebelum meninggalkan kota Suwon, pada hari Sabtu yang lalu PSM Unima diminta sekali lagi tampil di The 1st Suwon National Youth Choir Competition.

Konduktor Ternama Korea Ingin PSM Unima Datang Lagi
istimewa
PSM Unima 

Oleh:
Tommyanto Kandisaputra
Pelatih PSM Unima

HARI Minggu (17/9) kemarin, Paduan Suara Mahasiswa Universitas Negeri Manado (PSM Unima) melayani Gereja Methodist Dream di kota Ansan yang jemaatnya tidak kurang dari 20.000 orang.

Setiap Minggu, Gereja ini menyelenggarakan lima kali ibadah yang penuh sesak.

PSM Unima melayani pada ibadah ke-3 dan ke-4 di pagi hari dengan membawakan lagu "Ain't a that good news" aransemen Stacey Gibbs dan "Amazing Grace" aransemen Keith McKay Evans.

Selain itu, bersama dengan Dream Methodist Church Ansan kami berkolaborasi menyanyi lagu "Without Love, We Have Nothing" karya Joseph M Martin.

PSM Unima tampil bersama Dream Methodist Church Ansan, Korea Selatan.
PSM Unima tampil bersama Dream Methodist Church Ansan, Korea Selatan. (istimewa)

Penampilan kolaborasi ini dipimpin oleh komposer dan konduktor ternama Korea, Jihoon Park.

Penampilan PSM Unima dalam pelayanan ibadah ini mendapat sambutan yang meriah dan kekaguman yang luar biasa.

Baca: PSM Unima Ambassador Indonesia di Korea Selatan

Bahkan Jihoon Park mengundang PSM Unima untuk berkunjung kembali pada 2018 untuk berkokaborasi dengan Soul of Seoul mempersembahkan konser akbar dalam satu Festival Paduan Suara di Kota Seoul.

PSM Unima diabadikan di Kota Ansan, Korea Selatan.
PSM Unima diabadikan di Kota Ansan, Korea Selatan. (istimewa)

Gereja Methodist Dream di kota Ansan menerima PSM Unima dengan sangat ramah dan menempatkan mereka di rumah jemaat sebagai orang tua angkat.

Halaman
12
Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help