A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Infus Terpasang, Shinta Tetap Ikuti Ujian - Tribun Manado
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 April 2014
Tribun Manado

Infus Terpasang, Shinta Tetap Ikuti Ujian

Senin, 16 April 2012 07:48 WITA
Infus Terpasang, Shinta Tetap Ikuti Ujian
TRIBUNMANADO/EDI SUKASAH
Laporan Wartawan Tribun Manado Edi Sukasah

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU
-Tekad Shinta Yesinia. Momongan (17)  begitu kuat.  Kendati infus masih terpasang, siswa SMA Negeri 3 Kotamobagu Kelas IPA 3 ini tetap memaksankan diri untuk mengikuti ujian nasional di hari pertama, Senin (16/4/2011).

Bahkan, saat dari pihak Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Kotamobagu menyarankan untuk mengikuti ujian susulan di pekan depan, Shinta kukuh pada pendirianya. Orangtua Shinta, Marten Momongan (41) dan Nike Wawo (36) pun hanya bisa menyerahkan keputusan kepada anak tertua dari dua bersaudara tersebut.

Sebelum masuk ruang ujian, Nike setia membawakan infusan. Hinggga di kelas, sang Ibu kemudian meninggalkan buah hatinya dengan infusan yang telah terkunci mati. Beberapa penyelenggara tampak was-was juga dengan keadaan Shinta.

Penyelenggara beberapa kali bertanya kepada orangtua Shinta dengan keadaan siswa asal Desa Sisingon Barat, Kecamatan Passi ini. "Tidak apa-apa ini?" tanya seorang penyelenggara dengan mimik khawatir.

Akhirnya, pihak penyelenggara ujian minta agar infus kembali dipasang.  Seorang suster dari RS Monompia pun diminta datang ke sekolah untuk memasang infusan. Jadilah, remaja yang biasa disapa Esi ini mengikuti ujian dengan infus tergantung di pinggir mejanya.

Kepada Tribun Manado yang menemuinya sebelum ujian, Shinta mengaku tidak bermasalah dengan keadaan tersebut. "Tidak apa-apa. Saya mau ikut ujian sekarang," kata dia.

Dia hanya tersenyum saat ditanya apakah keadaanya tersebut menggganggunya. Nike dan Martin pun mengaku tak bisa apa-apa. "Kalau anak keinginanya seperti itu bagaiman lagi. Kalau ditentang nanti malahh jadi stres," kata Nike.

Dia mengatakan, Esi sakit sejak Kamis pekan lalu. Saat itu, badanya benar-benar drop hinggga ia tak sadarkan diri. Nike belum tahu sakit apa yang menimpa anaknya tersebut. "Hasil labnya baru sekarag keluar. Namun sejak Kamis dia harus pakai infusan," tambahnya.

Nike juga mengaku kaget dengan 'kenekadan' Shinta. Menurut dia, anak tertuanya tersebut memang sangat mementingkan sekolahnya. Dan, untuk urusan lainya, Esi masi bisa bersabar. Hal tersebut sudah terlihat sejak kecil.

"Dia biasanya tidak menuntut kalau keinginanya tidak dikabulkan. Namun untuk keperluan sekolah, dia memang sedikit ngotot," ucap Nike.
Penulis: Edi_Sukasah
Editor: Andrew_Pattymahu
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
66074 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas