Infus Terpasang, Shinta Tetap Ikuti Ujian
Tribun Manado - Senin, 16 April 2012 07:48 WITA
Laporan Wartawan Tribun Manado Edi Sukasah
TRIBUNMANADO.CO.ID,
KOTAMOBAGU -Tekad Shinta Yesinia. Momongan (17) begitu kuat. Kendati infus
masih terpasang, siswa SMA Negeri 3 Kotamobagu Kelas IPA 3 ini tetap
memaksankan diri untuk mengikuti ujian nasional di hari pertama, Senin
(16/4/2011).
Bahkan, saat dari pihak Dinas Pendidikan dan
Olahraga (Disdikpora) Kotamobagu menyarankan untuk mengikuti ujian
susulan di pekan depan, Shinta kukuh pada pendirianya. Orangtua Shinta,
Marten Momongan (41) dan Nike Wawo (36) pun hanya bisa menyerahkan
keputusan kepada anak tertua dari dua bersaudara tersebut.
Sebelum
masuk ruang ujian, Nike setia membawakan infusan. Hinggga di kelas,
sang Ibu kemudian meninggalkan buah hatinya dengan infusan yang telah
terkunci mati. Beberapa penyelenggara tampak was-was juga dengan keadaan
Shinta.
Penyelenggara beberapa kali bertanya kepada orangtua
Shinta dengan keadaan siswa asal Desa Sisingon Barat, Kecamatan Passi
ini. "Tidak apa-apa ini?" tanya seorang penyelenggara dengan mimik
khawatir.
Akhirnya, pihak penyelenggara ujian minta agar infus
kembali dipasang. Seorang suster dari RS Monompia pun diminta datang ke
sekolah untuk memasang infusan. Jadilah, remaja yang biasa disapa Esi
ini mengikuti ujian dengan infus tergantung di pinggir mejanya.
Kepada
Tribun Manado yang menemuinya sebelum ujian, Shinta mengaku tidak
bermasalah dengan keadaan tersebut. "Tidak apa-apa. Saya mau ikut ujian
sekarang," kata dia.
Dia hanya tersenyum saat ditanya apakah
keadaanya tersebut menggganggunya. Nike dan Martin pun mengaku tak bisa
apa-apa. "Kalau anak keinginanya seperti itu bagaiman lagi. Kalau
ditentang nanti malahh jadi stres," kata Nike.
Dia mengatakan,
Esi sakit sejak Kamis pekan lalu. Saat itu, badanya benar-benar drop
hinggga ia tak sadarkan diri. Nike belum tahu sakit apa yang menimpa
anaknya tersebut. "Hasil labnya baru sekarag keluar. Namun sejak Kamis
dia harus pakai infusan," tambahnya.
Nike juga mengaku kaget
dengan 'kenekadan' Shinta. Menurut dia, anak tertuanya tersebut memang
sangat mementingkan sekolahnya. Dan, untuk urusan lainya, Esi masi bisa
bersabar. Hal tersebut sudah terlihat sejak kecil.
"Dia biasanya
tidak menuntut kalau keinginanya tidak dikabulkan. Namun untuk keperluan
sekolah, dia memang sedikit ngotot," ucap Nike.
Penulis : Edi_Sukasah
Editor : Andrew_Pattymahu