Kisah Petugas Pemantau Gunung Api Karangetang

Kisah Petugas Pemantau Gunung Api Karangetang

Kisah Petugas Pemantau Gunung Api Karangetang
TRIBUNMANADO/YUDITH RONDONUWU
Kisah Petugas Pemantau Gunung Api Karangetang
JIKA di Merapi ada juru kunci yaitu Mbah Maridjan maka di Gunung Api Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara- ada pria bernama Ruben Hinondaleng Kepala Pos Pemantau Gunung Api Karangetang.

PRIA asli Pulau Siau ini bisa dibilang juru kunci modern. Disebut demikian karena setiap hari pria kelahiran 11 Agustus 1956 ini kerjanya adalah memantau aktivitas Karangetang dari sebuah pos yang berlokasi di sebuah hutan di Pulau Sitaro yang letaknya sekitar 600 meter dari Kampung Salili, Siau Tengah.

'Om Ruben' begitu warga Siau menyebutnya. Dari orang dewasa hingga anak kecil mengenalnya. Pria berbadan tambun ini sangat dikenal masyarakat di Pulau Siau karena ketika gunung akan meletus jauh sebelumnya Ruben akan memberi peringatan. Kendatipun ada warga yang tak mau mengungsi seperti yang terjadi saat ini, namun terbukti Jumat (18/3) saat Karangetang meletus dan menurunkan hawa panas, tidak ada korban jiwa.

Sejumlah warga Desa Mini dan Desa Kinali yang kini masih mengungsi kepada Tribun Manado mengaku, sekitar pukul 06.00 mereka sudah diberi tahu Om Ruben jikalau akan ada lahar dan awan panas turun ke kampung. Om Ruben saat diwawancara Tribun Manado pun mengaku hanya menjalankan tugasnya sebagai petugas pemantau gunung Karangetang.

"Yah, kerjaan saya mengawasi gunung dan memberi peringatan kepada warga jika akan akan ada banjir lahar atau awan panas," kata Om Ruben saat ditemui Tribun Manado, di Pos Pemantau, Kamis (24/4).

Ia mengaku tak suka berbasa-basi. Saat gunung sedang dalam status Awas Om Ruben rasanya susah untuk tertidur. "Mata harus terbuka trus yah ini kopi noh teman setia (mata harus terjaga, minum kopi jadi teman setia)" kata pria berkulit cokelat ini.

Om Ruben mengaku sudah tak dapat menghitung sehari berapa jam Ia bisa tidur. Bahkan sejak Karangetang baik status menjadi level IV yaitu level tertinggi 'Awas' Om Ruben mengaku hanya tidur beberapa jam. "Kadang sudah tutup mata tapi pikiran jalan karena khawatir," katanya sambil memegang teleskop pemantau jarak jauh.

Keluarganya tinggal di Kampung Beong yang berjarak belasan kilo dari pos pemantau tempatnya bekerja. Om Ruben sesekali turun menemui isteri dan anaknya namun dalam kondisi saat ini biasanya hanya untuk makan malam dan istirahat sejenak. "Saya lebih banyak di pos, jika aktivitas (Karangetang) seperti saat ini," kata suami tersayang dari Suryati Tataung ini.

Sembari menunjukan jari ke alat seismograf yang ada didepannya, ayah dari Melva  Hinondaleng hanya tersenyum saat ditanya apa suka dan dukanya. "Pokoknya selama ada kopi saya selalu nikmat dengan pekerjaan biarpun tidur kurang," katanya.

Selain Om Ruben, ada Ketua Tim Tanggap Darurat Pusat Vulkanologi & Mitigasi Bencana Geologi Kementrian ESDM Kristianto yang sudah hampir 2 minggu berada di Sitaro. Pria murah senyum ini pun berada di Sitaro khusus untuk mengawasi aktivitas gunung Karangetang yang paling aktif saat ini di Indonesia.

Pria asal Bandung ini tinggal di Pos Pemantauan sejak hanya kebetulan. Awalnya Ia sedang menghadiri pelaksanaan ARF-DiREx lalu mendengar adanya peningkatan status maka pria asal Bandung ini pun ditugaskan langsung memantau ke lokasi. "Belum selesai ARF-DiREx saya sudah kesini," katanya.

Hingga saat ini, Ia mengaku komunikasi dengan keluarga dan pusat Vulkanologi di Bandung via telepon. "Disini tantangannya susah sinyal jadi kalau buat laporan lisan pun harus turun ke bawah atau berdiri didepan pos ini," katanya.

Namun demikian, Kristianto mengaku senang bisa berada di Sitaro karena tugasnya memang dibagian pemantauan gunung api. "Inilah pekerjaan kami, meskipun sulit dan berbahaya namun tugas harus tetap dijalankan sebaiknya," ungkapnya. (yudith rondonuwu)

Editor: Rine Araro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help