Selasa, 28 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Oknum TNI AL Aniaya Warga

Kesaksian Berkam Saweduling, Korban Penganiayaan Oknum TNI AL Talaud: Mereka Diduga Mabuk

Penganiayaan ini dipicu hanya karena korban menegur kebisingan saat pesta karaoke yang berujung pada aksi pemukulan.

Penulis: Gryfid Talumedun | Editor: Gryfid Talumedun
Dok. Pribadi Berkam Saweduling
KESAKSIAN - Seorang guru SMK bernama Berkam Saweduling menjadi korban pengeroyokan brutal yang diduga dilakukan oleh sekelompok oknum TNI AL Melonguane Talaud di Pelabuhan Melonguane, Kamis malam (22/1/2026), usai menegur kebisingan pesta karaoke. 

Ringkasan Berita:
  • Seorang guru SMK bernama Berkam Saweduling menjadi korban pengeroyokan brutal yang diduga dilakukan oleh sekelompok oknum TNI AL Melonguane Talaud di Pelabuhan Melonguane, Kamis malam (22/1/2026)
  • Korban dipukul usai menegur kebisingan pesta karaoke.
  • Para pelaku diduga berusaha merampas ponsel korban untuk menghapus rekaman video kejadian.

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebuah insiden memilukan mencoreng wajah oknum aparat di Talaud

Seorang tenaga pendidik yang berprofesi sebagai guru SMK menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sekelompok oknum TNI AL Melonguane Talaud.

Mirisnya, penganiayaan ini dipicu hanya karena korban menegur kebisingan saat pesta karaoke yang berujung pada aksi pemukulan.

Korban bernama Berkam Saweduling.

Kejadian bermula sekitar pukul 21.00 WITA.

Baca juga: Oknum Anggota TNI AL Melonguane Talaud Diduga Aniaya Warga, Korban Alami Luka dan Dirawat di RS

Lokasi kejadian di Pelabuhan Melonguane Talaud, Kamis (22/1/2026) malam.

Suasana yang seharusnya tenang berubah menjadi gaduh oleh teriakan dan nyanyian karaoke dari sekelompok orang yang diduga dalam pengaruh alkohol.

"Mereka diduga mabuk, banyak saksi yang menyaksikan" Ujar Berkam Saweduling saat dihubungi Wartawan Tribunmanado.co.id Jumat (23/1/2026).

Tak hanya suara musik yang memekakkan telinga, kata-kata kasar dan makian terus terlontar dari mulut mereka selama berjam-jam.

Keresahan warga mulai memuncak saat pukul 23.30 WITA.

Merasa terganggu dan terpanggil sebagai warga yang peduli ketertiban, korban mencoba menegur dari kejauhan.

"Oi, so boleh jo ngoni!" (Oi, sudah cukup kalian!) teriak korban, berharap mereka sadar akan waktu yang sudah larut malam.

Namun, teguran tersebut justru memicu amarah.

Bukannya meminta maaf, kelompok tersebut langsung mengejar dan mengeroyok korban.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved