Oknum TNI AL Aniaya Warga
Danlanal Melonguane Talaud Minta Maaf, Janji Proses Hukum Oknum dan Biayai Pengobatan Korban
Perwakilan Aliansi Masyarakat Melonguane menyampaikan aspirasi keluarga korban secara langsung, menciptakan dialog dua arah yang penuh keterbukaan.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Gryfid Talumedun
Ringkasan Berita:
- Pemkab Kepulauan Talaud memfasilitasi dialog antara Aliansi Masyarakat Melonguane dan Danlanal Melonguane terkait dugaan penganiayaan warga oleh oknum anggota Lanal.
- Masyarakat menuntut proses hukum tegas, transparan, dan pemenuhan hak korban, termasuk pembiayaan pengobatan serta penyelesaian secara hukum dan adat.
- Danlanal Melonguane menyampaikan permohonan maaf, memastikan oknum diproses hukum, menanggung biaya pengobatan korban, dan berkomitmen menjaga kondusivitas wilayah.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut ini hasil mediasi dugaan penganiayaan warga Melonguane, Talaud.
Upaya meredam ketegangan dan mencari keadilan dilakukan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud dengan memfasilitasi dialog terbuka antara Aliansi Masyarakat Singkaramonane Melonguane dan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Melonguane.
Pertemuan ini digelar menyusul mencuatnya kasus dugaan penganiayaan terhadap warga Melonguane yang diduga melibatkan oknum anggota Lanal.
Baca juga: TNI AL - Kodaeral VIII Bantu Evakuasi Guru SMK Korban Pemukulan ke RS Kandou Manado
Dialog berlangsung pada Sabtu, 24 Januari 2026, di Kantor Bupati Kepulauan Talaud.
Suasana hangat namun sarat harapan.
Hadir dalam pertemuan tersebut jajaran pimpinan daerah dan aparat keamanan, di antaranya Wakil Bupati Kepulauan Talaud Anisya Gretsya Bambungan, Danlanal Melonguane Letkol Laut (P) Yogie Kuswara, Dandim 1312/Talaud Letkol Arh Yanuar Yudistira, serta Wakapolres Talaud Kompol Kretsman Mulalinda.
Pertemuan dibuka oleh Wakil Bupati Talaud.
Dialog dilanjutkan dengan penyampaian sikap dari unsur TNI, Polri, serta pemerintah daerah.
Puncaknya, perwakilan Aliansi Masyarakat Melonguane menyampaikan aspirasi keluarga korban secara langsung, menciptakan dialog dua arah yang penuh keterbukaan.
Aliansi hadir dengan membawa suara keluarga korban melalui sejumlah tokoh masyarakat, adat, pemuda, dan agama.
Mereka di antaranya Godfried Timpua, Joutje Adam, Albert Ladi, Anton Saweduling, Swelleng Adam, Gerson Essing, serta perwakilan pemuda dan organisasi seperti Diston Lindo, Renalto Tumarah, Randy Bayang, dan Bastian Amos, serta tokoh agama Aldy Golung.
Dalam penyampaiannya, Albert Ladi dan Renalto Tumarah menyesalkan tindakan arogansi yang diduga dilakukan oknum anggota Lanal dan berharap proses hukum berjalan tegas serta adil.
Mereka juga menyoroti dugaan kejadian serupa yang disebut telah terjadi berulang kali.
Sementara itu, Anton Saweduling, selaku tokoh adat, menegaskan pentingnya penanganan hukum yang transparan tanpa intimidasi.
| Kondisi Berkam Saweduling Korban Pengeroyokan Oknum TNI AL di Melonguane Membaik, Mata Masih Bengkak |
|
|---|
| Nama-nama Oknum TNI AL yang Diduga Aniaya Seorang Guru di Talaud, Akan Diproses Sesuai Hukum |
|
|---|
| 3 Poin Pernyataan Kodaeral VIII Manado Soal Warga yang Dianiaya 5 Oknum TNI AL di Melonguane |
|
|---|
| Identitas 5 Oknum Prajurit Terduga Penganiayaan Guru SMK di Talaud, TNI AL: Proses Hukum Pelaku |
|
|---|
| Oknum TNI AL Talaud Berteriak dan Memaki di Jalan usai Pukul Pak Guru di Pelabuhan Melonguane |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Dialog-antara-Aliansi-Masyarakat-Singkaramonane-Melonguane-dan-Danlanal-Melonguane.jpg)