Senin, 8 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Museum Daerah Sulut

Wajah Baru Museum Daerah Sulut: Lebih Modern, Ramah Turis, dan Dilengkapi Fasilitas Digital

Museum Daerah Sulawesi Utara kini tampil kian menawan. Pasca-rehabilitasi, destinasi wisata sejarah ini bertransformasi jadi modern.

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Rizali Posumah
Tribun Manado/Arthur_Rompis
MUSEUM DAERAH SULUT - Museum Daerah Sulawesi Utara (Sulut) kini tampil kian menawan.Pasca-rehabilitasi, destinasi wisata sejarah ini bertransformasi menjadi lebih modern, indah, dan nyaman. 

Pengunjung akan langsung disapa oleh daya tarik utama di lantai dasar: awetan ikan purba Coelacanth yang ditempatkan di dalam wadah kaca menyerupai akuarium.

Di bagian bawahnya, terdapat kertas dengan kode QR atau barcode.

"Nanti akan terpampang segala informasi tersebut melalui barcode," katanya.

Perjalanan sejarah kemudian berlanjut ke area religi.

Di salah satu ruangan, dipajang Alkitab tua yang sudah lapuk dan robek di bagian luarnya, lengkap dengan mimbar serta alat perjamuan.

 Alkitab legendaris ini merupakan saksi bisu yang digunakan para misionaris saat membawa Injil ke tanah Minahasa.

Tak jauh dari situ, terdapat juga batu tulis yang dulunya dipakai oleh misionaris Belanda untuk mengajar.

Bagi pencinta barang antik, museum ini menyimpan koleksi keramik Cina.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah sebuah mangkok besar peninggalan Dinasti Song, disusul dengan berbagai barang antik peninggalan Dinasti Ming.

Ada pula deretan senjata masa kolonial, mulai dari meriam hingga lantaka.

Secara keseluruhan, bangunan museum ini terdiri dari empat lantai yang merangkum sekitar 1.800 barang bersejarah.

Jika ingin menyusuri seluruh koleksi yang seolah membawa kita melintasi lorong waktu ini, pengunjung membutuhkan waktu sekitar 45 menit.

Kejutan sejarah terbesar menanti di lantai empat, tempat disimpannya peninggalan para pejuang kemerdekaan.

Di sana, terdapat sebuah meja bundar yang dikelilingi lima kursi.

Meja ini memiliki nilai historis yang sangat tinggi karena menjadi tempat para pejuang peristiwa 14 Februari menyusun strategi rahasia untuk merebut Tangsi Belanda di Teling, Manado—sebuah momen penting yang menjadi embrio dari Peristiwa Merah Putih.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved