Bahasa Daerah Sulut
Mengenal 16 Bahasa Daerah yang Ada di Sulawesi Utara: Mongondow, Bolango, Bantik, hingga Sangihe
Total ada 16 bahasa daerah yang ada di Sulawesi Utara. Yakni Bahasa Manado, Mongondow, Tombulu, Bolango, Tondano, Bantik dan lain-lain.
Penulis: Rizali Posumah | Editor: Rizali Posumah
Ringkasan Berita:
- Indonesia merupakan salah satu dari lima negara yang memiliki bahasa terbanyak di dunia.
- Berada di posisi kedua setelah Papua Nugini, total ada 700 bahasa yang dituturkan oleh Bangsa Nusantara ini.
- Dari ratusan bahasa tersebut, 16 di ataranya ada di Sulawesi Utara.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Indonesia merupakan salah satu dari lima negara yang memiliki bahasa terbanyak di dunia.
Berada di posisi kedua setelah Papua Nugini, total ada 700 bahasa yang dituturkan oleh Bangsa Nusantara ini.
Dari ratusan bahasa tersebut, 16 di ataranya ada di Sulawesi Utara.
Selain bahasa Melayu Manado, bahasa-bahasa daerah yang ada di Sulawesi Utara ini oleh para ahli diklasifikasikan sebagai rumpun bahasa Filipinik, yang merupakan turunan dari keluarga besar bahasa Melayu Polinesia dan Austronesia.
Kenapa bahasa Manado tidak termasuk bahasa Filipinik?
Bahasa Manado tidak termasuk bahasa Filipinik, meski masih merupakan cabang bahasa Austronesia.
Pasalnya bahasa Manado sejatinya adalah rumpun bahasa Melayu-Kreol, yakni bahasa Melayu yang telah mengalami percampuran dengan bahasa lain sehingga menjadi bahasa utama yang dituturkan oleh komunitas tertentu.
Bahasa ini tercipta karena interaksi antar suku bangsa yang berbeda selama berabada-abad.
Dalam konteks Sulawesi Utara, bahasa Melayu Manado merupakan campuran dari bahasa Melayu dan beberapa kosa kata dari bahasa Spanyol, Portugis, Belanda dan bahasa-bahasa lokal setempat.
Adapun 15 cabang bahasa Filipinik yang dituturkan oleh suku-suku yang ada di Sulawesi Utara, terbagi ke dalam empat rumpun bahasa, yakni:
Mengenal 16 Bahasa Daerah yang Ada di Sulawesi Utara
1. Manado
Bahasa Manado sejatinya adalah lingua franca dari Bahasa Melayu yang tercipta karena interaksi warga lokal dengan para pendatang dari Nusantara dan bangsa asing terutama Eropa.
Di masa kolonial, Bahasa Melayu merupakan bahasa yang paling banyak digunakan sebagai bahasa perdagangan oleh masyarakat Nusantara dan para pelaut asing termasuk China, Arab dan Eropa yang datang ke sini.
Seiring berjalannya waktu, bahasa penghubung ini menjadi bahasa sendiri yang kemudian terpisah dari bahasa Melayu yang dikenal dewasa ini.
Dialeg Melayu Manado banyak dipengaruhi oleh bahasa-bahasa lokal setempat serta bahasa-bahasa dari bangsa asing yang pernah datang ke Sulawesi Utara seperti Portugis, Spanyol, Belanda dan Jerman.
| Mengenal 5 Bahasa Daerah yang Dituturkan di Bolaang Mongondow Raya, Sulut: Mongondow hingga Bolango |
|
|---|
| Mengenal Bahasa Mongondow dan Tiga Cabang Bahasanya: Lolak hingga Ponosakan |
|
|---|
| Mengenal 5 Bahasa Daerah Sulawesi Utara yang Dituturkan di Bolaang Mongondow Raya |
|
|---|
| Mengenal 8 Bahasa Lokal Sulut di Minahasa Raya: Tombulu hingga Pasan |
|
|---|
| Bolango, Bintauna hingga Kaidipang, Berikut Daftar Bahasa Lokal di Bolaang Mongondow Raya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ADAT-SULUT-Beragam-adat-dan-sitiadat-yang-ada-di-Sulawesi-Utaralo03.jpg)