Selasa, 12 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pertamina Patra Niaga

Modus Dugaan Praktik Penyalahgunaan BBM Subsidi Libatkan Oknum, Pertamina Minta Masyarakat Laporkan

Pengakuan sopir dumbtruck banyak yang membeli solar dengan barkode yang sesuai dengan kendaraan seharusnya. 

Tayang:
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Gryfid Talumedun
Tribun Manado/Fernando_Lumowa
DUGAAN - Suasana penyaluran BBM di SPBU COCO, Jalan Pierre Tendean (Boulevard) Manado, belum lama ini. Penerapan pembelian BBM subsidi menggunakan QR code (barkode) pun ternyata punya ruang penyalahgunaan oleh oknum-oknum yang mengambil keuntungan sepihak.  

Ringkasan Berita:
  • Dugaan penyalahgunaan BBM subsidi masih terjadi, termasuk penggunaan QR code kendaraan lain untuk membeli solar di SPBU.
  • Sopir mengaku ada praktik “uang rokok” Rp20 ribu hingga Rp50 ribu kepada oknum petugas agar pengisian tetap dilayani.
  • Pertamina Patra Niaga Sulawesi menegaskan akan menindak tegas pelaku penyalahgunaan dan meminta masyarakat melapor jika punya bukti.

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah bersama Pertamina berupaya keras agar penyaluran BBM subsidi maupun biosolar sesuai peruntukan atau tidak disalahgunakan. 

Kendati pun demikian, praktik penyalahgunaan BBM subsidi masih berlangsung.

Penerapan pembelian BBM subsidi menggunakan QR code (barkode) pun ternyata punya ruang penyalahgunaan oleh oknum-oknum yang mengambil keuntungan sepihak. 

Penelusuran Tribun Manado, praktik dugaan penyalahgunaan seperti penimbunan BBM jenis solar masih terjadi karena secara tidak langsung ada keterlibatan oknum petugas di SPBU. 

Baca juga: Dugaan Penimbunan, Pertamina Setop Sementara BBM Solar ke SPBU Tombatu

Pengakuan sopir dumbtruck banyak yang membeli solar dengan barkode yang sesuai dengan kendaraan seharusnya. 

"Biasanya petugas (SPBU) sudah tahu tapi tutup mata. Padahal barkode mobil lain. Ya karena mereka juga dapat," kata pria asal Minahasa Selatan kepada Tribunmanado.co.id, Senin 11 Mei 2026.

Katanya, biasanya sopir yang membawa barkode tidak sesuai sudah menyiapkan 'pelicin' atau disebut 'doi roko'. Besarannya Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu. 

Sementara itu, warga Manado, lainnya menilai praktik mafia BBM sulit diberantas karena ada pembiaran. 

Pemberian uang pelicin pun diduga dilakukan pelaku penimbunan BBM.

"Sudah jadi rahasia umum. Tidak mungkin SPBU tidak tahu ini kendaraan pengisiannya tidak wajar. Begitu juga motor, dalam sehari bolak-balik. Itu kan pembiaran," kata warga. 

Karena itu, masyarakat meminta Pertamina, pemerintah dan aparat meningkatkan pengawasan agar penyaluran BBM yang disubsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan. 

Terkait itu, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan pihanya terus berkoordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk pengawasan penyaluran biosolar maupun Pertalite. 

Langkah ini dilakukan untuk memitigasi penyalahgunaan BBM subsidi agar sesuai peruntukan dan tepat sasaran

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi pun mengajak masyarakat turut mengawasi penyaluran BBM subsidi. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved