Jumat, 8 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Haji 2026

Kisah Jemaah Haji Termuda Sulawesi Utara: Berangkat di Usia 19 Tahun, Gantikan Mendiang Sang Ibu

“Persiapan saya mengikuti pelajaran manasik dan menyiapkan perlengkapan yang akan dipakai di sana,” katanya.

Tayang:
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Isvara Savitri
Tribun Manado/Isvara Savitri
JEMAAH HAJI - Jemaah haji termuda Sulawesi Utara, Muhammad Fauzan Maulidin (19). Ia beribadah menggantikan mendiang sang ibu. 

TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Di tengah ribuan jemaah calon haji asal Sulawesi Utara, sosok muda Muhammad Fauzan Maulidin (19) menjadi perhatian. 
Ia tercatat sebagai jemaah haji termuda dari daerah tersebut tahun ini, dengan kisah haru di balik keberangkatannya.

Fauzan mengungkapkan, keikutsertaannya bukan sekadar menjalankan ibadah, tetapi juga sebagai bentuk bakti kepada sang ibu yang telah meninggal dunia.

“Saya di sini menggantikan almarhumah ibu saya,” ujarnya.

Awalnya kedua orang tuanya mendaftar haji sejak tahun 2014. 

Namun, takdir berkata lain. 

Ibunya meninggal dunia pada 2019, sehingga posisinya kemudian digantikan oleh Fauzan sebagai ahli waris.

Ia pun berangkat tahun ini bersama ayahnya.

HAJI 2026 - Pemkot Manado melalui melalui Presidium BKSAUA menyambut kedatangan 127 Jemaah Haji asal Kota Manado di embarkasi haji Balikpapan, Sabtu (2/5/2026) sekira pukul 12.30.
HAJI 2026 - Pemkot Manado melalui melalui Presidium BKSAUA menyambut kedatangan 127 Jemaah Haji asal Kota Manado di embarkasi haji Balikpapan, Sabtu (2/5/2026) sekira pukul 12.30. (Dokumen Pribadi/Sumber foto Kominfo Manado)

Meski masih berusia muda, Fauzan mengaku telah melakukan berbagai persiapan matang sebelum berangkat ke Tanah Suci. 

Salah satu fokus utamanya adalah mengikuti manasik haji untuk memahami seluruh rangkaian ibadah.

“Persiapan saya mengikuti pelajaran manasik dan menyiapkan perlengkapan yang akan dipakai di sana,” katanya.

Selain itu, ia juga mempersiapkan diri menghadapi cuaca ekstrem di Arab Saudi. 

Fauzan memilih langkah sederhana namun efektif untuk menjaga kondisi tubuh.

“Bawa payung, terus pakai kain seperti kanebo, jadi bisa dibasahi lalu dipakai untuk mendinginkan tubuh,” jelasnya.

Di balik kesiapan tersebut, Fauzan tetap menyadari bahwa kondisi cuaca di Tanah Suci tidak bisa diprediksi sepenuhnya. 

Baca juga: Lirik Lagu Nadin Amizah - Menangis di Jalan Pulang

Baca juga: Lirik Lagu Lama Lama Gila - CHNCE

Ia pun berharap segala sesuatunya berjalan lancar.

“Insyaallah semoga cuacanya aman, tidak terlalu panas. Kita berdoa saja,” tuturnya.(*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved