Ramadan 2026
Hukum Menyikat Gigi saat Puasa Ramadan
Membersihkan gigi, baik dengan sikat gigi modern maupun siwak, telah menjadi rutinitas yang dilakukan masyarakat di seluruh dunia.
Penulis: Rizali Posumah | Editor: Rizali Posumah
Ringkasan Berita:
- Membersihkan gigi, baik dengan sikat gigi modern maupun siwak, telah menjadi rutinitas yang dilakukan masyarakat di seluruh dunia, termasuk umat Muslim di Sulawesi Utara.
- Kebiasaan ini biasanya menyertai ritual mandi pagi, siang, hingga sore hari.
- Namun, muncul pertanyaan di bulan Ramadan, bolehkah kita bersiwak atau menyikat gigi saat sedang berpuasa?
TRIBUNMANADO.CO.ID - Membersihkan gigi, baik dengan sikat gigi modern maupun siwak, telah menjadi rutinitas yang dilakukan masyarakat di seluruh dunia, termasuk umat Muslim di Sulawesi Utara.
Kebiasaan ini biasanya menyertai ritual mandi pagi, siang, hingga sore hari.
Namun, muncul pertanyaan di bulan Ramadan, bolehkah kita bersiwak atau menyikat gigi saat sedang berpuasa?
Menanggapi hal tersebut, Pengasuh Pesantren LPI PKP Manado, Ustaz Muhammad Syarif Azhar, Lc, memberikan tinjauan dari sudut pandang fikih:
“Bersiwak atau menggunakan siwak untuk membersihkan mulut, gigi, dan lidah diperbolehkan bagi orang yang berpuasa. Bahkan, hal ini sangat dianjurkan, khususnya di pagi hari setelah bangun tidur dan ketika bau mulut mulai muncul,” ujar Ustaz Syarif.
Meski diperbolehkan, terdapat rincian waktu yang perlu diperhatikan berdasarkan pandangan ulama:
Pandangan Imam Syafii: Beliau berpendapat bahwa bersiwak setelah waktu zuhur (saat matahari mulai tergelincir) hukumnya adalah makruh bagi orang yang berpuasa.
Landasan Hadis: Hal ini merujuk pada sabda Nabi Muhammad SAW bahwa bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah SWT dibandingkan minyak kasturi, meskipun indra manusia tidak dapat merasakannya.
Meskipun ada kemakruhan setelah waktu zuhur, Ustaz Syarif menekankan pentingnya aspek sosial (interaksi antarmanusia). Jika bau mulut berisiko mengganggu kenyamanan orang lain saat berkomunikasi, maka membersihkan mulut tetap menjadi pilihan yang bijak.
Hal ini sejalan dengan kaidah fikih yang berbunyi:
“Dar’ul mafaasid muqaddam ‘ala jalbil mashaalih” yang artinya menghindari kerusakan lebih didahulukan daripada memperoleh manfaat.
Kesimpulannya, meskipun menjaga "bau asli" puasa memiliki keutamaan di sisi Allah, menjaga kenyamanan sesama manusia melalui kebersihan mulut tetap menjadi pertimbangan penting dalam beribadah.
Profil Singkat Ustaz Muhammad Syarif Azhar
Ustaz Muhammad Syarif Azhar, Lc, lahir di Manado pada 6 September 1985.
Ia berasal dari keluarga yang sangat mendalami dunia Islam.
| Sahur Akbar Pemuda Islam Miftahul Jannah Ternate Baru Dihadiri Seribuan Orang, Non Muslim Juga Hadir |
|
|---|
| Jelang Lebaran 2026, Harga Daging di Pasar Pinasungkulan Manado Terpantau Stabil |
|
|---|
| 50 Ucapan Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026, Kata-katanya Berisi Doa dan Harapan, Cocok Share Medsos |
|
|---|
| Doa Khusus Dibaca Saat Malam Lailatul Qadar, Mintalah Ini pada Allah SWT, Insya Allah Kita Dimaafkan |
|
|---|
| Doa Bayar Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Seluruh Keluarga yang Nafkahnya Jadi Tanggungan Kita |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/RAMADAN-Suasana-ramadan-salah-satu-kelurahan-di-Kota-Manado.jpg)