Selasa, 28 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Peristiwa Merah Putih

Pasang Surut Peringatan Peristiwa Merah Putih di Manado

Pemprov Sulut telah menginstruksikan warga Sulut untuk memasang bendera merah putih pada 14 Februari 2026.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Gryfid Talumedun
Tribun Manado
MERAH PUTIH - Kapal perang Belanda Piet Hein, tempat perundingan antara perwakilan dari Manado dengan tentara Belanda. 

Namun kedatangan tentara sekutu bersama NICA pada awal Oktober 1945 di Sulawesi Utara membawa suasana rakyat kembali ricuh.

Belanda menginginkan kekuasaan sepenuhnya atas Sulawesi Utara terutama Manado.

Namun rakyat Manado menolak dan memilih untuk melawan.

Kemudian serangan dari sekutu dan Belanda membuat Manado dan sekitarnya kembali diduduki oleh tentara Belanda.

Letnan Kolonel Charles Choesj Taulu, seorang pemimpin di kalangan militer bersama Sersan S.D. Wuisan menggerakkan pasukannya dan para pejuang rakyat untuk ikut mengambil alih markas pusat militer Belanda.

Rencana tersebut telah disusun sejak tanggal 7 Februari 1946.

Mereka mendapatkan bantuan seorang politisi dari kalangan sipil, Bernard Wilhelm Lapian (BW Lapian).

Puncak penyerbuan terjadi pada tanggal 14 Februari.

Namun sebelum penyerbuan terlaksana, para pimpinan pasukan tertangkap  Belanda termasuk Charles C Taulu dan S.D. Wuisan.

Akibatnya pemberontakan ke tangsi militer Belanda dialihtugaskan kepada Mambi Runtukahu yang memimpin anggota KNIL dari orang Minahasa.

Bersama rakyat Manado mereka berhasil membebaskan Charlis Choesj Taulu, Wim Tamburian, serta beberapa pimpinan lainnya yang ditawan.

Puncak penyerbuan tersebut ditandai dengan perobekan bendera Belanda yang awalnya berwarna merah, putih, dan biru menjadi merah dan putih lalu dikibarkan diatas gedung markas Belanda.

Mereka juga berhasil menahan pimpinan pasukan Belanda di antaranya adalah pimpinan tangsi militer Letnan Verwaayen, pemimpin garnisun Manado Kapten Blom, Komandan KNIL Sulawesi Utara Letnan Kolonel de Vries dan seorang Residen Coomans de Ruyter beserta seluruh anggota NICA.

Namun pengambilalihan kekuasaan Belanda tersebut hanya sementara. (Art) 

-

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Baca berita lainnya di: Google News

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

Sumber: Tribun Manado
Halaman 4/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved