Kamis, 7 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

MBW II

Sampah Penuhi Pesisir MBW 2 Manado, Diduga Terbawa Dari Laut: Botol hingga Pakaian Dalam

Sampah bertaburan di pinggir pantai Malalayang Beach Walk II, di Kelurahan Malalayang, Kecamatan Malalayang, kota Manado, provinsi Sulawesi Utara. 

Tayang:
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
Tribun Manado/Arthur Rompis
MBW II - Sampah bertaburan di pinggir pantai Malalayang Beach Walk II, di Kelurahan Malalayang, Kecamatan Malalayang, kota Manado, provinsi Sulawesi Utara. Keberadaan sampah di sini, mengganggu keindahan. 

Ringkasan Berita:
  • Sampah bertaburan di pinggir pantai Malalayang Beach Walk II, di Kelurahan Malalayang, Kecamatan Malalayang, kota Manado, provinsi Sulut. 
  • Adanya sampah sampah ini merusak suasana indah di tempat itu. 
  • Diduga sampah terbawa dari laut saat gelombang pasang menerjang kota Manado beberapa waktu lalu

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sampah bertaburan di pinggir pantai Malalayang Beach Walk II, di Kelurahan Malalayang, Kecamatan Malalayang, kota Manado, provinsi Sulawesi Utara

Malalayang Beach Walk II (MBW II) adalah ikon wisata bahari baru di Kota Manado, Sulawesi Utara, yang baru saja selesai dibangun dan dibuka untuk umum pada tahun 2025.

Area ini merupakan proyek lanjutan dari Malalayang Beach Walk Tahap I, menjadikan total kawasan yang tertata sepanjang 2 kilometer di pesisir Pantai Malalayang. 

MBW II menawarkan kawasan pedestrian dengan pemandangan laut yang indah, menghadap ke Pulau Bunaken dan Gunung Manado Tua, serta dilengkapi berbagai fasilitas modern untuk kenyamanan pengunjung.

Adanya sampah-sampah di kawasan ini merusak suasana indah di tempat itu. 

Diduga sampah terbawa dari laut saat gelombang pasang menerjang kota Manado beberapa waktu lalu. 

Amatan Tribun Manado pada Jumat (16/1/2026) sore, aneka sampah nampak di tepi pantai. 

Sampah juga ditemui di bebatuan tanggul. 

Bahkan sampai di jarak belasan meter dari bibir pantai.

Umumnya sampah adalah botol plastik. 

Ada pula gabus, kayu, puntung rokok hingga celana dalam - barang yang sepatutnya ada di sana. 

Sejumlah warga menyayangkan banyaknya sampah di lokasi wisata tersebut. 

"Ini merusak keindahan tempat ini," kata Andi seorang warga. 

Ia mengusulkan agar pemerintah segera bersih bersih disana. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved