Rabu, 6 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Warga Sulut Meninggal di Kamboja

Identitas 2 Warga Sulut yang Meninggal di Kamboja Sejak September dan Desember 2025

Identitas 2 warga Sulut yang meninggal dunia di Kamboja sejak September dan Desember 2025.

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Frandi Piring
Tribunnews.com
JENAZAH - Foto ilustrasi jenazah/mayat. Dikabarkan dua warga Sulut meninggal dunia di Kamboja sejak September dan Desember 2025. Korban pertama atas nama Joko Arifianto, warga Kota Tomohon, meninggal dunia pada 29 September 2025. Korban kedua, Hartono Pajama, warga Desa Tungoi I, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, meninggal dunia pada 23 Desember 2025. 

Ringkasan Berita:
  • Dua warga Sulut dilaporkan meninggal dunia di Kamboja sejak September dan Desember 2025.
  • Korban pertama atas nama Joko Arifianto, warga Kota Tomohon, meninggal dunia pada 29 September 2025. 
  • Korban kedua, Hartono Pajama, warga Desa Tungoi I, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, meninggal dunia pada 23 Desember 2025.

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Identitas dua Warga Negara Indonesia (WNI) asal Sulawesi Utara yang dilaporkan meninggal dunia di Kamboja.

Kedua korban dilaporkan telah meninggal sejak tahun lalu.

Hingga kini jenazah keduanya masih berada di rumah penampungan jenazah di Kamboja.

Menurut informasi yang diterima keluarga, diduga kedua korban diketahui bekerja di Kamboja pada sektor aktivitas penipuan daring (online scam) dengan status keberangkatan nonprosedural. 

Hal tersebut menguatkan dugaan bahwa kedua almarhum merupakan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) lintas negara.

Kepala Balai Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Utara, M. Syachrul Afriyadi, S.Kom, saat dikonfirmasi Senin (12/1/2025), melalui sambungan telepon seluler membenarkan hal tersebut.

Ungkap Syachrul, pihak keluarga kedua korban telah melapor secara resmi ke BP3MI.

“Benar, keluarga almarhum Joko Arifianto dan almarhum Hartono Pajama sudah melapor ke BP3MI Sulut beberapa waktu lalu. Saat ini kami pastikan kedua jenazah masih berada di Kamboja,” ujar Syachrul.

Syachrul menjelaskan, khusus keluarga Hartono Pajama, laporan dilakukan pada Senin, 05 Januari 2026, dengan pendampingan dari Komunitas Lingkungan Peduli TPPO Sulawesi Utara melalui Program Gerakan 1.000 Jaringan Lawan TPPO.

Kasus ini menjadi perhatian Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO, baik di tingkat pusat maupun daerah, sebagaimana diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2023.

Berikut identitas dua korban yang meninggal tersebut:

-  Joko Arifianto, warga Kota Tomohon, meninggal dunia pada 29 September 2025.

- Hartono Pajama, warga Desa Tungoi I, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, meninggal dunia pada 23 Desember 2025.

BP3MI Sulut Dapat Banyak Aduan Terkait Kamboja dan Myanmar

BP3MI tak henti mengimbau masyarakat senantiasa awas ketika menerima tawaran bekerja di luar negeri. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved